Tata Cara Laku Prihatin

Untuk memantapkan keyakinan, kita bisa melakukan laku prihatin, memohon petunjuk kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Apabila kita berkenan menjalani laku prihatin, maka akan memunculkan keajaiban dalam batin kita.

Sehingga atas seizin Tuhan, apapun yang kita inginkan akan terlaksana, apapun yang kita kehendaki akan datang, dan apapun yang kita harapkan akan ada.

Laku Prihatin Panembahan Senopati

Berikut ini adalah salah satu contoh laku prihatin, sebagaimana diwasiatkan oleh Kanjeng Panembahan Senopati Ing Ngalaga:

batu giok pengasihan
  1. Mulailah mengurangi makan, minum, tidur, dan senggama untuk beberapa hari.
  2. Jika sudah mantap, mulailah melakukan puasa. Berarti tidak makan, tidak minum selama 24 jam. Dan ini dilakukan selama tiga hari tiga malam. Itu berarti, Anda harus memulai puasa pada jam enam sore dengan diawali mandi keramas, lalu makan dan minum. Selama 24 jam kemudian Anda tidak diperkenankan makan dan minum hingga jam enam sore lagi. Demikian berturut-turut hingga tiga hari tiga malam.
  3. Pada hari terakhir, Anda tidak diperkenankan tidur.
  4. Tepat jam dua belas malam pada hari terakhir, Anda harus mandi keramas, kemudian memakai busana yang serba suci dan memakai wewangian.
  5. Bakarlah kemenyan dengan menghadap kiblat.
  6. Mulailah berbaring, diam, dan menutup segala panca indra. Caranya adalah sebagai berikut:
    • Tetap membuka mata
    • Jempol kaki kiri dan kanan disejajarkan
    • Mata kaki kiri dan kanan dipertemukan
    • Lutut kaki kiri dan kanan disejajarkan
    • Kemaluan dan kantong kemaluan jangan sampai terjepit
    • Kedua tangan dipertemukan di depan dada. Jemari saling dipertemukan, posisi jari dimasukkan ke sela-sela jari yang lain.
    • Kedua jempol dipertemukan ujungnya
    • Lidah ditekuk ke atas langit-langit
    • Mulut tertutup rapat
  7. Tarik napas perlahan, bayangkan udara masuk dari lubang hidung kiri, dibawa menuju pusar, tahan untuk beberapa lama, keluarkan sambil membayangkan napas keluar dari lubang hidung kanan.
  8. Tenangkan napas.
  9. Setelah tenang, tarik napas perlahan, bayangkan udara masuk dari lubang hidung kanan, dibawa menuju pusar, tahan untuk beberapa lama, keluarkan sambil membayangkan napas keluar dari lubang hidung kiri.
  10. Lakukan penarikan ini sebanyak tiga kali. Artinya, tariklah napas dari lubang hidung kiri tiga kali, dan dari lubang hidung kanan tiga kali, berselang-seling. Setiap satu kali penarikan dan pengeluaran napas, harus diberi waktu jeda beberapa saat untuk menenangkan napas.
  11. Setelah enam kali putaran, tarik napas dan bayangkan napas masuk dari lubang hidung kiri, langsung keluarkan dari lubang hidung kanan. Tarik napas dan bayangkan napas masuk dari lubang hidung kanan, langsung keluar dari lubang hidung kiri. Tarik napas dari kedua lubang hidung, kumpulkan di pusar. Bayangkan udara naik ke dada. Untuk sejenak diamkan napas di dada, lantas bayangkan udara naik ke kepala dan baca mantra ini: “Ingsun Tajalining Dzat Kang Maha Suci, Kang Amurba Amisesa, Kang Kawasa Angandika Kun Payakun. Dadi Saciptaningsun, Ana Sasedyaningsun, Teka Sakarsaningsun, Anu Metu Saka Ing Kodratingsun.”
  12. Lantas telapak tangan kanan diselipkan ke ketiak kiri dan telapak tangan kiri diselipkan ke ketiak kanan. Pejamkan mata. Dalam kondisi ini, tetap tahanlah napas. Biasanya akan nampak dalam batin kita, berupa pemandangan gaib. Jika sudah terlihat, keluarkan napas dari lubang hidung secara perlahan. Berpasrahlah kepada Tuhan.

Jika telah mendapatkan anugerah melihat pemandangan gaib, sebaiknya Anda mengadakan selamatan sebagai ucapan syukur.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :