Ajaran Kehidupan dalam Pepali Ki Ageng Selo

Ajaran Kehidupan dalam Pepali Ki Ageng Selo
Pernahkah Anda mendengar, tentang Pepali Ki Ageng Selo? Istilah pepali dalam Bahasa Jawa, maknanya adalah nasehat yang berupa pantangan atau larangan. Serta dapat diartikan pula sebagai pakem, ajaran, petunjuk, sekaligus pedoman hidup. Pepali Ki Ageng Selo sendiri berisi tentang pedoman hidup yang menyangkut ajaran, aturan, petunjuk, serta larangan, yang dapat dikatakan masih relevan hingga se...
More

Mengapa Hari Raya Idul Fitri Disebut Lebaran?

Mengapa Hari Raya Idul Fitri Disebut Lebaran?
Lebaran, merupakan kata atau istilah yang pastinya tidak asing di telinga kita. Istilah inilah yang kita gunakan untuk menyebut Hari Raya Idul Fitri. Setiap tahunnya, hari kemenangan ini kita rayakan dengan penuh suka cita. Namun tahukah Anda, mengapa Idul Fitri disebut sebagai Lebaran? Istilah lebaran, berasal dari kata dasar ‘lebar’ yang dalam Bahasa Jawa bermakna selesai. Disebut dem...
More

Belajar Dari Pengalaman – Serat Pepeling lan Pamrayoga

Belajar Dari Pengalaman – Serat Pepeling lan Pamrayoga
Marmane aja pepeka Pekaken hawaning budi Dadining sakeh sangsara Karana kalingan lali Lumuh sami ngelingi Teberi gemining laku Lekas arsa jumahkah Angangkah tindak utami Temah papa saking luput marganira Artinya: Karena itu jangan banyak tingkah Kendalikan segala hawa nafsu diri Penyebab semua kesengsaraan Karena kita lupa Tak mau mengingat pengalaman ...
More

Kakawin Smaradahana – Kisah Terbakarnya Dewa Asmara

Kakawin Smaradahana – Kisah Terbakarnya Dewa Asmara
Kakawin Smaradahana adalah sebuah karya sastra Jawa Kuno dalam bentuk kakawin yang menyampaikan kisah terbakarnya Batara Kamajaya. Penulis dari kakawin ini adalah Mpu Dharmaja. Menurut sebuah catatan, sebagaimana dilansir dalam Balipost, disebutkan bahwa Smaradahana adalah Asmaradana yang berasal dari kata asmara dan dhana. Asmara adalah nama dewa percintaan. Dhana berasal dari kata Dahana, ya...
More

Makna Gempa Bumi Berdasarkan Primbon Jawa

Makna Gempa Bumi Berdasarkan Primbon Jawa
Berdasarkan primbon jawa, gempa bumi memiliki makna atau pertanda tersendiri. Makna ini berdasarkan pada bulan dan waktu terjadinya gempa bumi. Berikut adalah makna gempa bumi menurut primbon jawa, sebagaimana tertulis dalam Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, bahasan nomor 235, yang berjudul Makna Gempa Bumi (Ngalamate Lindhu). Jika gempa bumi terjadi pada bulan: Sura: Jika terjadi pada...
More

Benarkah Ratu Kalinyamat Bertapa Telanjang?

Benarkah Ratu Kalinyamat Bertapa Telanjang?
Ratu Kalinyamat yang bernama asli Retna Kencana merupakan putri Sultan Trenggana dan Kanjeng Ratu Pembayun. Bila dirunut dari garis kakek, Ratu Kalinyamat merupakan cucu dari Raden Patah atau cicit dari Bhre Kertabhumi (Raja Majapahit). Sementara bila ditilik dari garis nenek, Ratu Kalinyamat merupakan cicit dari Sunan Ampel (putra Sunan Malik Ibrahim dari Champa). Babad Tanah Jawi menyebutkan...
More

Cerita Dongeng dalam Tradisi Jawa Asli

Cerita Dongeng dalam Tradisi Jawa Asli
Dongeng merupakan tradisi dari jaman Jawa Asli  yang berisi nilai-nilai tentang ketekunan, kesabaran, kejujuran, kepahlawanan, kepatuhan, kesetiaan, dan norma-norma yang berlaku dalam suatu masyarakat, yang berfungsi sebagai ajaran budi pekerti luhur. Selain itu, ada juga dongeng yang bercerita tentang pemujaan terhadap arwah leluhur atau nenek moyang, dewa-dewi, tokoh sakti, dan sejenis lai...
More

Ajaran Kejawen dalam Seni Wayang

Ajaran Kejawen dalam Seni Wayang
Dalam seni wayang (seni pakeliran), terdapat dua kitab babad yang menjadi sumber cerita untuk dikisahkan oleh seorang dalang, yakni Kitab Ramayana dan Kitab Mahabharata. Dua kita babad yang berasal dari India dan berlatar belakang ajaran agama Hindu. Bila dilacak makna filosofisnya, baik Kitab Ramayana maupun Kitab Mahabharata mengajarkan bahwa keangkaramurkaan yang merupakan sifat Prabu Rahwa...
More

Kepercayaan Terhadap Ilmu Kasunyatan – Kawruh Jiwa

Kepercayaan Terhadap Ilmu Kasunyatan – Kawruh Jiwa
Kebenaran Ilmu Kasunyatan tidak akan bertambah ketika dibenarkan orang lain, dan tidak akan berkurang saat ada yang menyalahkan. Kepercayaan adalah reaksi dari subyek yang percaya terhadap obyek yang dipercaya. Yang percaya adalah rasa aku setiap manusia, dan yang dipercaya adalah segala sesuatu dan segenap peristiwa di luarnya. Jadi, rasa aku dalam diri manusia yang mempercayai ilmu kasuny...
More

Pembagian Tiga Jaman Agung menurut Prabu Jayabaya

Pembagian Tiga Jaman Agung menurut Prabu Jayabaya
Pada masa Prabu Jayabaya bertahta di Kediri, dia didatangi seorang pendeta dari Negeri Rum bernama Maulana Alim Syamsu Az Zain yang sangat mulia. Pendeta ini menguasai segala macam pengetahuan, sangat pandai dalam beragam jenis ilmu, terkenal sebagai ahli ramal. Ramalannya jelas, tepat, mengena, sudah tahu sebelum kejadian, dan kerap menjadi nyata. Prabu Jayabaya sangat tertarik hingga memohon...
More