Tapa Kungkum Untuk Menarik Kekuatan Gaib

Tapa Kungkum Untuk Menarik Kekuatan Gaib
Tapa kungkum dapat dilakukan sebagai meditasi, untuk menarik kekuatan gaib, yang berada dalam suatu tempat, yang diyakini memang memiliki kekuatan gaib alami. Dalam posisi tertentu, maka pelaku meditasi melakukan penarikan dengan memohon kepada Tuhan, agar kekuatan gaib yang berada dalam tempat tersebut menyatu dengan dirinya. Menyatunya kekuatan ini akan mengantarkannya, pada keberadaan kekua...
More

Serat Nitisruti: Jangan Merasa Lebih Dari Orang Lain

Serat Nitisruti: Jangan Merasa Lebih Dari Orang Lain
‘Aja Kumalungkung’ artinya jangan merasa lebih dari orang lain. Sikap berlebihan atau terlihat hebat, bersumber dari sikap sombong, congkak, dan takabur. Orang yang demikian itu tidak menyadari, bahwa masih banyak orang lain yang lebih hebat atau pandai dibandingkan dirinya. Sehingga ketika benar-benar dites kemampuannya, ternyata kemampuannya hanya terbatas. Sehingga tidak berani menghadapi ...
More

Serat Wulangreh: Enam Watak Manusia yang Harus Dihindari

Serat Wulangreh: Enam Watak Manusia yang Harus Dihindari
Serat Wulangreh menuliskan enam watak manusia, yang sebaiknya dihindari. Pitutur ini tertulis pada bait ke 13 hingga 17. Enam watak yang harus dihindari tersebut, adalah lonyo, lemer, genjah, angrong pasanakan, nyumur gumuling, dan ambuntut arit. Pertama, lonyo. Maksudnya adalah orang yang mulutnya tidak bisa dipegang. Mencla-mencle, tidak bisa dipercaya. Pada saat berbohong, sebenarnya ia sed...
More

Ciri Wanita yang Baik Menurut Primbon Jawa

Ciri Wanita yang Baik Menurut Primbon Jawa
Berikut adalah ciri wanita yang baik untuk dinikahi, menurut Primbon Jawa. Jika dibuka dalam Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, maka penjelasan berikut tertulis pada bahasan keempat, nomor 120. Judulnya Uga Katurangganing (Wataking) Wanita Kang Becik Wawatakane. Atau dalam Bahasa Indonesianya berjudul Tanda Wanita yang Baik. Kepala dan mulut bulat menyerupai bulan purnama tanggal 14, dahinya ...
More

Pantangan Ibu Hamil Menurut Primbon Jawa

Pantangan Ibu Hamil Menurut Primbon Jawa
Berikut adalah pantangan ibu hamil menurut Primbon Jawa. Dikutip dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, nomor 128. Judulnya Meteng, atau yang dalam Bahasa Indonesia bermakna mengandung/ kehamilan. ‘Jika wanita badannya terasa lesu, ingin yang serba pedas, masam atau rujak, maka ia disebut sedang menyidam (mulai kehamilan). Sebaiknya berilah rujak parijoto, karena esok hari wajah si anak ak...
More

Dibalik Konflik Abangan, Santri, Priyayi

Dibalik Konflik Abangan, Santri, Priyayi
Abangan, santri, dan priyayi merupakan klasifikasi yang digali oleh Clifford Geertz dari masyarakat Jawa. Meskipun klasifikasi ini menimbulkan kritikan sehingga mengalami banyak perubahan, tetapi pemikiran Geetz cukup penting untuk kita ketahui, karena sering digunakan para ilmuwan guna menjelaskan berbagai peristiwa saat itu. Menurut Geertz, pembagian masyarakat yang ditelitinya ke dalam tiga...
More

Asal Usul Daya Magis Keris Pusaka

Asal Usul Daya Magis Keris Pusaka
Terdapat kepercayan, bahwa keris mempunyai tuah. Bahkan dikisahkan dapat berubah wujud menjadi makhluk yang mengerikan. Atau dapat pula berubah menjadi seekor naga yang sangat besar dan mengerikan. Sang empu dalam mempersiapkan diri untuk menciptakan sebilah keris pusaka, pastilah dimulai dengan laku batiniah, baik empu yang memimpin pekerjaan itu, maupun para pembantunya. Mereka berpuasa, nge...
More

Ajaran Kehidupan dalam Pepali Ki Ageng Selo

Ajaran Kehidupan dalam Pepali Ki Ageng Selo
Pernahkah Anda mendengar, tentang Pepali Ki Ageng Selo? Istilah pepali dalam Bahasa Jawa, maknanya adalah nasehat yang berupa pantangan atau larangan. Serta dapat diartikan pula sebagai pakem, ajaran, petunjuk, sekaligus pedoman hidup. Pepali Ki Ageng Selo sendiri berisi tentang pedoman hidup yang menyangkut ajaran, aturan, petunjuk, serta larangan, yang dapat dikatakan masih relevan hingga se...
More

Mengapa Hari Raya Idul Fitri Disebut Lebaran?

Mengapa Hari Raya Idul Fitri Disebut Lebaran?
Lebaran, merupakan kata atau istilah yang pastinya tidak asing di telinga kita. Istilah inilah yang kita gunakan untuk menyebut Hari Raya Idul Fitri. Setiap tahunnya, hari kemenangan ini kita rayakan dengan penuh suka cita. Namun tahukah Anda, mengapa Idul Fitri disebut sebagai Lebaran? Istilah lebaran, berasal dari kata dasar ‘lebar’ yang dalam Bahasa Jawa bermakna selesai. Disebut dem...
More

Belajar Dari Pengalaman – Serat Pepeling lan Pamrayoga

Belajar Dari Pengalaman – Serat Pepeling lan Pamrayoga
Marmane aja pepeka Pekaken hawaning budi Dadining sakeh sangsara Karana kalingan lali Lumuh sami ngelingi Teberi gemining laku Lekas arsa jumahkah Angangkah tindak utami Temah papa saking luput marganira Artinya: Karena itu jangan banyak tingkah Kendalikan segala hawa nafsu diri Penyebab semua kesengsaraan Karena kita lupa Tak mau mengingat pengalaman ...
More