Macam-Macam Jenis Besi untuk Bahan Keris

Jenis besi, sebagai bahan keris, merupakan unsur penting dalam pembuatan tosan aji. Baik itu keris, tombak, pedang, ataupun senjata tradisional lain. Tidak seperti pada kebudayaan bangsa lain, Nusantara telah mengenal berbagai macam logam besi praktis, tanpa melalui jaman perunggu.

Batu Meteor sebagai bahan keris

Itulah mengapa kita banyak menemukan perkakas yang terbuat dari besi, tetapi tidak banyak menemukan perkakas yang terbuat dari perunggu. Salah satu alasannya adalah karena pasir besi banyak ditemukan di Pulau Jawa. Sehingga para penduduknya berkembang menjadi penempa besi yang mahir.

Seni tempa besi di Nusantara tidak mungkin berkualitas sebagus sekarang ini, bila tidak tersedia bahan baku yang cukup banyak secara alami.

Leluhur orang Jawa memiliki pengetahuan luas seputar bahan besi. Tidak hanya soal tempa menempa saja, tetapi juga perbedaan jenis antara satu besi dengan besi yang lain. Pengetahuannya ini memang tidak bersifat ilmiah, tetapi mengandalkan kepekaan rasa dan panca indra.

Orang Jawa pada masa lampau membedakan berbagai macam jenis besi dengan cara mengamati, mendengarkan bunyi yang dihasilkan manakala besi tersebut dijentik, meraba bilahnya, serta lewat perasaan hatinya. Tidak heran bila ilmu besi tradisional ini sulit dipelajari, dan sulit dicatat secara terperinci.

Tujuh Belas Bahan Keris

Pada abad ke-sembilan belas, Ranggawarsita membuat catatan mengenai berbagai jenis bahan keris atau bahan besi tosan aji. Meskipun ditulis oleh seorang pujangga besar Keraton Surakarta, catatan tersebut tetap tidak mudah untuk dimengerti. Pembagian-pembagian tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

kristal anti santet
  1. Besi Karangkijang. Merupakan besi yang urat-uratnya seperti air lautan. Inilah pendetanya besi, berwarna hitam kebiru-biruan. Jika dijentik berbunyi ‘ambrenge-ngeng’ seperti suara lebah terbang. Tuah besi ini dingin dan ampuh.
  2. Besi Pulasani, yaitu jenis besi yang urat-uratnya seperti batu asih. Warnanya hijau keperakan, atau disebut nyamberlilin dalam Bahasa Jawa. Jika dijentik akan berbunyi ‘gumm…’ Tuahnya tulus, membawa rejeki dan derajat, baik digunakan sebagai bahan pusaka.
  3. Besi Mengangkang, merupakan jenis besi yang urat-uratnya polos, warnanya hitam keunguan. Jenis besi ini ada dua macam. Pertama adalah Mengangkang Laki-Laki, jika dijentik bunyinya ‘drungngng…’ alias bergema panjang. Tuahnya baik sekali, yakni menambah wibawa. Kedua, adalah Mengangkang Perempuan, jika dijentik bunyinya ‘ambrengengeng’ seperti suara lebah terbang. Tuahnya yakni agar disayang oleh orang sekelilingnya dan membawa rejeki.
  4. Selanjutnya adalah Besi Walulin, yaitu jenis besi yang urat-uratnya seperti pasir malela (ada kristal mengkilat yang membayang di permukaan). Warnanya kebiruan, kalau dijentik bunyinya ‘gungg…’ alias bergetar. Penampilannya akas (berkesan kering). Tuahnya yakni agar dihormati orang banyak, dan baik untuk beternak.
  5. Besi Katub, yaitu jenis besi besi yang urat-uratnya seperti rambut, warnanya hitam kehijauan dan mengkilat. Kalau dijentik bunyinya ‘kunggg… ambrengengeng’ seperti Iebah terbang. Tuahnya yakni untuk kekebalan dan baik untuk pedagang.
  6. Besi Kamboja. Merupakan jenis besi yang warnanya keputihan, urat-uratnya seperti gadung gemerlapan. Jika dijentik bunyinya ‘tong ngong ngiiinggg’ panjang. Inilah putrinya besi, dimana pemiliknya tidak boleh berzina. Tuahnya yakni agar dihormati orang banyak.
  7. Besi Welangi adalah besi yang katanya berasal dari lautan, warnanya kuning agak kehijauan. Kalau dijentik bunyinya ‘ngiiiiingg…ambrengengeng’ seperti suara Iebah terbang. Tuahnya untuk keselamatan dan mudah mencari rezeki, tetapi tidak boleh membungakan uang.
  8. Besi Ambal adalah besi yang berwarna kebiruan agak merah, yang konon berasal dari batu gunung. Kalau dijentik, bunyinya ‘ambrengengeng’ bergetar. Jika dipakai sebagai bahan pembuatan keris, besi ini ampuh dan bisa menarik pusaka lainnya.
  9. Besi Tumpang, merupakan jenis besi yang digelari kuncinya besi. Warnanya biru agak keunguan, dan jika dijentik bunyinya ‘jruuuuunggg’ alias bergaung panjang. Tuahnya baik untuk kesaktian dan kewibawaan.
  10. Besi Windudadi adalah besi yang konon berasal dari tenggorokan Sang Hyang Mudikbatara. Warnanya putih dan biru bagaikan kaca. Kalau dijentik bunyinya ‘duuunggg’.  Tuahnya adalah untuk kekuatan dan keteguhan, serta agar tidak tenggelam di air .
  11. Besi Werani, yaitu jenis besi yang konon berasal dari Gunung Srandil. Warnanya hitam keunguan bagaikan bunga teleng. Kalau dijentik bunyinya ‘ambrengengeng’ bagai suara lebah terbang. Tuahnya sangat ampuh, kalau pemiliknya tergolong kuat, pangkat dan derajatnya akan cepat meningkat. Sedangkan bila pemiliknya tidak kuat, malah menyebabkan melarat.
  12. Besi Terate, yaitu besi yang warnanya hitam seolah berlumut, konon berasal dari batu asih. Kalau dijentik bunyinya ‘ambrengengeng’ bagai suara lebah terbang. Tuahnya agar dijauhkan dari fitnah dan mudah didekati wanita.
  13. Besi Malela Ruyun. Besi ini konon berasal dari batu cendani. Warnanya putih agak kebiruan dan berserat seperti rambut. Kalau dijentik bunyinya ‘preeengg’ dan bergetar. Tuahnya untuk menambah keberanian dan keteguhan iman.
  14. Besi Balitung. Jenisnya ada dua. Jenis yang baik, besinya berasal dari batu, berwarna hitam agak ungu pekat. Jika dijentik bunyinya ‘tiiinggg’ panjang. Tuahnya baik untuk nelayan. Sedangkan yang buruk warnanya agak kotor, dan jika dijentik bunyinya ‘ngeeenggg’ pendek. Tuahnya buruk menyebabkan melarat.
  15. Besi Kenur, yaitu jenis besi yang berwarna hitam mengkilat bagai bulu burung gagak. Jika dijentik bunyinya ‘sruuungg’ ambrengengeng. Tuahnya baik untuk pedagang dan menyimpan uang.
  16. Besi Malela Kendaga, atau yang disebut juga Loya. Jika dijentik bunyinya ‘tuuuunggg’, tuahnya baik untuk menambah keberanian dan menjaga keteguhan iman.
  17. Besi Tumbuk, adalah besi yang konon berasal dari Sailan. Warnanya putih kekuningan, gemerlap bagai batu karang. Jika dijentik bunyinya ‘goongg’ ambrengengeng. Tuahnya baik untuk menyimpan harta, serta ditakuti jin dan setan.

Selain ketujuh belas jenis besi yang baik untuk digunakan sebagai bahan pembuatan keris tersebut, ada juga jenis besi yang tergolong buruk. Besi yang termasuk kategori buruk untuk pembuatan keris atau tosan aji antara lain adalah Besi Kanter, Besi Malik, Besi Kelengan dan Besi Enuh.

Dari sini jelas terlihat, bahwa penggolongan jenis besi tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan metallurgy atau ilmu pemanfaatan logam. Bahkan bisa jadi, yang diistilahkan dengan besi (atau wesi) oleh nenek moyang orang Jawa dulu tidak harus berarti besi (ferrum) yang kita kenal sekarang.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

Bacaan Paling Dicari: