Ilmu asmara (ajian asmaragama) diajarkan pula dalam Serat Nitimani. Karya sastra ini ditulis oleh R. M. H. Sugonda pada tahun 1892.
Ajian Asmaragama dalam Serat Nitimani
Budaya Jawa mengajarkan bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang baik, maka proses awal penciptaan juga harus baik pula. Serta direstui oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Demikian halnya dengan penciptaan keturunan. Untuk mendapat...
More
pengasihan
Ajian Asmaragama – 10 Posisi Bercinta ala Kamasutra Jawa
Ajian Asmaragama bukanlah ilmu sembarangan. Bahkan bila dipermainkan, konon bisa mendatangkan bencana dan keburukan.
Seputar Ajian Asmaragama
Ajian Asmaragama tidak sekedar muncul dari hasrat manusia untuk beranak pinak. Lebih dari itu, ilmu spiritual kuno ini dimaksudkan sebagai patokan tata krama. Karena manusia tidak sama dengan hewan, maka dari itu tidak selayaknya bertingkah seperti...
More
Ajian Asmaragama – Ciri Wanita yang Pandai Bersenggama
Asmaragama merupakan ajian para dewa. Demikianlah yang diyakini oleh masyarakat Jawa Kuno. Oleh para dewa, ajian asmaragama kemudian diturunkan kepada para ksatria pilihan.
Isi Kitab Asmaragama
Adalah wajar bila antara Adam dan Hawa muncul rasa suka. Rasa suka ini tidak sama, bila dibandingkan dengan rasa suka terhadap benda yang nampak indah atau binatang peliharaan yang nampak lucu.
...
More
Katuranggan – 5 Ciri-Ciri Pria Jawa yang Sempurna
Katuranggan merupakan ilmu yang dipakai untuk menentukan watak. Penentuan ini didasarkan pada ciri fisik, baik itu ciri fisik burung, kuda atau wanita. Seputar ciri-ciri perempuan yang baik, misalnya, bisa Anda baca dalam artikel Katuranggan – Ciri-Ciri Wanita yang Baik Diperistri.
Lalu, bagaimana dengan katuranggan pria? Seperti apa ciri-ciri pria yang baik dan sempurna menurut tradisi Jawa?
...
More
Katuranggan – Kenali Watak Wanita Berdasarkan Ciri Fisiknya
Katuranggan adalah satu bentuk ilmu titen. Patokan ini dipakai untuk menentukan watak atau karakter suatu makhluk, berdasarkan ciri fisik yang dimilikinya. Termasuk watak kaum hawa.
Bagi Anda yang ingin mencari istri, tidak ada salahnya menyimak tulisan berikut ini.
Mengenal Katuranggan Wanita
Masyarakat Jawa percaya bahwa mencari istri itu ada acuannya. Semacam wawasan untuk menentukan...
More
Patung Loro Blonyo, Simbol Kebahagiaan Rumah Tangga
Loro blonyo adalah salah satu jenis patung tradisional dari Jawa. Seni pahat ini mewakili penyatuan antara laki-laki dan perempuan.
Apa itu Patung Loro Blonyo?
Loro blonyo berwujud sepasang patung pengantin. Biasanya ditemukan di rumah-rumah joglo khas Jawa. Patung ini berbeda dari kebanyakan patung tradisional lain. Terutama bila dilihat dari fungsi, bentuk dan cara menempatkannya.
Saa...
More
Bobot, Bibit, Bebet – Apa Maksudnya?
Bobot, bibit, bebet. Tiga kata ini pasti cukup sering Anda dengar. Terutama dalam kaitannya dalam mencari menantu atau pasangan. Lalu, apa sebenarnya maksud ketiga kata ini?
Maksud Bobot, Bibit, Bebet
Bobot, bibit, bebet adalah tiga hal atau kriteria yang umum diperhatikan ketika mencari jodoh atau pasangan. Semacam alat kalibrasi bagi orang Jawa untuk menentukan calon menantu yang baik ...
More
Serat Centhini, Antara Mistis dan Erotis
Serat Centhini merupakan karya sastra spektakuler. Seperti sengaja ingin membuktikan, bahwa orang Jawa yang serba santun nan halus pun sebenarnya bisa cabul dan mesum.
Apa Itu Serat Centhini?
Serat Centhini adalah sastra gubahan tiga pujangga Keraton Surakarta, yaitu Yasadipura II, Ranggasutrasna dan R. Ng. Sastradipura, yang ditulis atas perintah Pakubuwana V. Nama lainnya adalah Suluk ...
More
Peribahasa Jawa: Kesrimpet Bebed Kesandhung Gelung
Peribahasa Jawa yang satu ini secara khusus menyentil kaum Adam. Bahwa sebenarnya, perkara terbesar yang berpotensi menghancurkan hidup seorang lelaki, ada di dalam diri lelaki itu sendiri.
Kenali Makna Peribahasa Jawa Ini
Kesrimpet bebed, kesandung gelung. Artinya terjerat bebed, tersandung gelung. Bebed adalah kain panjang (jarik) yang dipakai kaum pria jaman dulu. Sedangkan gelung ada...
More
Candi Dadi dan Kutukan Jomblo Sejati
Candi Dadi merupakan salah satu peninggalan Majapahit. Letaknya ada di Tulungagung, dibangun kira-kira antara abad keempat belas hingga abad kelima belas Masehi.
Mengenal Candi Dadi
Konon katanya, Candi Dadi dibangun oleh rakyat Majapahit yang mengasingkan diri dari kerajaan. Lokasinya saat ini terletak di Dusun Maja, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu.
[caption id="attachment_14...
More