Godaan Harta, Tahta, Wanita

Harta, tahta, wanita. Tiga hal ini ibarat lingkaran setan yang saling terkait antara satu dengan yang lain. Seolah-olah, bagi pemilik tahta sangat tidak mudah untuk terlepas dari ketiganya.

Jebakan Harta Tahta Wanita

Soal harta, tahta dan wanita sebagai pemecah belah dunia, sebenarnya tidak dapat dipukul rata. Sebab ada pula pemilik tahta yang bisa mengatasi kutukan lingkaran setan tersebut. Hidupnya tetap selaras, seimbang, dan terkendalikan. Tanpa perlu terperosok dalam dunia gembira secara ilegal.

Pada dasarnya, urusan harta, tahta, maupun wanita, ketiganya hanyalah urusan duniawi. Sedangkan dunia ini sering dikatakan sebagai panggung sandiwara, sekedar tempat untuk mampir minum belaka. Segalanya akan kembali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tidak jarang, jatuhnya kehormatan seorang manusia, asalnya tidak jauh dari ketiga hal ini. Harta, tahta, wanita. Padahal kemuliaan seseorang dapat diukur dari perbuatannya sendiri. Dengan akal budi, manusia dapat mencapai kemuliaan hidup.

Tetapi sebaliknya, akan menjadi makhluk paling hina, apabila tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya.

Baik harta, tahta, maupun wanita, ketiganya nampak sebagai anugerah duniawi. Namun bila kita tidak hati-hati, serta eling dan waspada, maka akan menjadi salah kelola, dan berubah menjadi malapetaka.

bulu perindu sukma

Ketiganya dapat menjadi anugerah tertinggi, atau istilahnya madune jagad. Madunya dunia. Dengan syarat harus dapat dikelola dengan baik. Karena disisi lain, bila gagal dikelola dengan bijak, maka akan menjadi keburukan yang sangat menjatuhkan.

Ujian Harta, Tahta, Wanita

Ketiga hal ini sesungguhnya dapat dimaknai sebagai suatu bentuk ujian. Di dunia ini, tiap-tiap manusia pasti pernah merasakan diuji. Tanpa terkecuali.

Ada yang diuji dengan kemiskinan. Ada yang diuji dengan penyakit. Tetapi banyak dari kita cenderung tidak sadar, bahwa ujian juga bisa datang dalam bentuk harta, tahta, dan bahkan wanita yang cantik menggoda.

Tuhan akan melihat, sekaligus menilai, dari bagaimana Anda menyikapi ketiga hal ini. Jadi jangan semata-mata dianggap, bahwa kenikmatan yang saat ini Anda rasakan, merupakan buah manis dari apa yang telah Anda perjuangkan.

Sebab di sisi lain, kenikmatan duniawi juga bisa menjadi suatu bentuk ujian tersendiri. Bila kita terbuai dunia, dan lupa pada segala, maka gagallah kita. Sebaliknya, bila kita tetap berkepala tenang dan menjaga diri sebaik-baiknya, maka kita akan lulus dengan nilai sempurna, dan menjadi manusia yang lebih baik pada akhirnya.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :