Sebenarnya, Apa Alasan Orang Ganti Nama?

Anda pernah ganti nama? Atau barangkali ada orang terdekat Anda, yang pernah memutuskan untuk mengganti nama? Baik secara adat, maupun secara resmi?

Sebenarnya, apakah yang menjadikan alasan bagi orang untuk melakukan ganti nama?

William Shakespeare pernah menuliskan, ‘Apalah arti sebuah nama? Mawar disebut dengan nama apapun, akan tetap berbau wangi’. Ini memang sebuah kutipan yang romantis dan manis. Tapi kadang orang lupa, bahwa di dalam karangan Shakespeare itu pula, si pemeran utama mati di akhir cerita. Secara tragis, pula.

Dari sekian banyak orang yang pernah mengganti nama mereka, sebagian besar melakukannya hanya secara adat. Bukan secara resmi. Karena mengganti nama secara resmi itu, tentu saja butuh prosedur yang panjang.

Baik secara resmi maupun tidak, ada beberapa alasan yang menjadikan orang merasa perlu mengganti nama mereka.

Alasan Orang Ganti Nama

Secara umum, alasan orang mengganti nama, adalah sebagai berikut:

Merasa malu. Penyebab malunya ini beragam, tapi seringkali dikarenakan nama yang ia miliki, tidak sesuai dengan jenis kelaminnya. Contoh saja, ada seorang pria yang bernama Dian. Ia merasa namanya ini kurang maskulin, dan terlampau feminin. Padahal di jaman sekarang, nama Dian sudah cukup lazim disandang oleh laki-laki.

jimat pelarisan

Tidak sesuai dengan agama yang dianut. Terutama dalam kasus-kasus dimana orang yang bersangkutan pindah keyakinan. Misalnya, ada orang yang baru masuk Islam. Maka ia menginginkan nama baru yang mencerminkan keimanannya ini. Entah itu Muhammad, Ahmad, dan sebagainya.

Permasalahan keluarga. Meskipun tidak banyak terjadi, tetapi ada juga orang yang mengupayakan agar namanya bisa diganti secara resmi, karena tidak cocok dengan keluarga sendiri. Sehingga ia berusaha agar tidak perlu menyandang nama keluarganya tersebut.

Nama yang sekarang memiliki arti buruk. Kalau ini, merupakan alasan yang sangat wajar. Nama adalah doa. Maka nama sebaiknya mengandung pengharapan yang baik. Tidak sebaiknya kita menamai seorang anak, hanya karena terdengar bagus. Tetapi artinya tidak baik.

Ikut suami. Umumnya dilakukan oleh mereka yang menikah ke dalam keluarga terpandang. Sehingga sekalian mengganti nama agar bisa menyandang nama keluarga suaminya.

Sering sakit-sakitan. Inilah alasan yang paling banyak menyebabkan pergantian nama secara adat. Sering sakit, sering sial, dan dianggap kesialannya ini akibat nama yang tidak tepat. Atau kata orang tua, namanya terlalu berat untuk disandang.

Kalau menurut pengalaman Anda sendiri, bagaimana? Percaya atau tidak, bahwa nama yang terlalu ‘berat’ itu bisa menjadikan sial dan sakit?  


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :