Berbagai Macam Sanggul Jawa

Sanggul Jawa ada beberapa jenis. Terlepas dari banyaknya modifikasi sanggul modern yang ada saat ini, jenis-jenis sanggul berikut tetap dilestarikan sebagai tradisi.


Mengenal Sanggul Jawa Asli

Saat ini penggunaan sanggul mungkin hanya terbatas pada hari-hari tertentu saja. Upacara pernikahan, misalnya. Atau acara-acara formal lain yang bertemakan adat Jawa. Tetapi dulu, sanggul merupakan sesuatu yang lumrah. Sebab rata-rata kaum hawa memiliki rambut panjang.

Sehingga dalam perjalanannya, sanggul Jawa memiliki beberapa jenis, antara lain:

Sanggul Ukel Ageng

macam-macam-sanggul-pengantin-jawaMerupakan sanggul resmi atau sanggul kebesaran yang berbentuk memanjang layaknya kupu-kupu tarung. Masyarakat Jawa jaman dulu meyakini, bahwa kupu-kupu yang hinggap di rambut (terutama kupu-kupu kuning) merupakan pertanda bahwa rezeki dan kebahagiaan akan menghampiri orang yang bersangkutan.

Penggunaan sanggul ukel ageng bagi remaja putri dipakai dengan sematan pandan. Sedangkan bagi perempuan pada umumnya, sanggul ukel ageng dipakai dengan campuran pandan dan bunga mawar serta kenanga.

Sedangkan bagi mereka yang sudah bersuami, sanggul ukel ageng dihias dengan bunga mawar tulak melati.

Jenis sanggul ini tidak cocok dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Lebih cocok dikenakan pada situasi resmi, digabungkan dengan dodotan kebesaran.

Sanggul Bokor Mengkurep

Sanggul bokor mengkurep umumnya dipakai oleh para pengantin wanita. Bentuknya seperti bokor yang menelungkup.

Sanggul Ukel Konde

macam-macam-sanggul-jawaSanggul ukel konde berasal dari Solo, Jawa Tengah. Di daerah tersebut jaman dulu, baik remaja putri maupun wanita dewasa umumnya memiliki rambut panjang. Sehingga untuk memudahkan dalam beraktifitas, rambut perlu digelung sedemikian rupa sehingga membentuk gulungan konde.

Saat ini, sanggul ukel konde termasuk jenis sanggul yang dipakai secara resmi. Wujudnya tradisional, tetapi tetap digemari sampai sekarang.

Sanggul Ukel Tekuk

Berbeda dengan sanggul ukel konde yang berasal dari Solo, sanggul ukel tekuk adalah jenis sanggul yang lazim digunakan dalam lingkup keraton Jogja. Termasuk permaisuri, selir, putri raja dan para inang pengasuh atau emban.

macam-macam-sanggul-jawa-yogyakartaDalam penggunaannya, yang membedakan adalah ragam aksesoris serta pakaian yang dikenakan. Apabila seorang wanita menggunakan sanggul jenis ini, artinya ia telah lepas dari dunia kanak-kanak dan mulai menginjak masa dewasa. Sekaligus merupakan perlambang bahwa gadis tersebut ibarat bunga yang sedang mekar dan harum semerbak.

Makala seorang gadis telah beranjak dewasa, ia diharapkan mampu memikul tugas serta tanggung jawab dan layak dianggap sebagai ibu rumah tangga.

Bentuk sanggul ukel tekuk saat ini sudah banyak digunakan secara luas. Tidak hanya di lingkungan keraton saja. Tetapi juga seluruh masyarakat umum di Yogyakarta.

garam pangruwat

Bacaan Paling Dicari: