Kama Sutra: Tentang Penyatuan Seksual

Diambil dari Kama Sutra, Kitab Klasik Seni Bercinta. Bagian Kedua, Tentang Penyatuan Seksual. Bab 2, Tentang Pelukan.

Pelukan yang menunjukkan saling cinta antara lelaki dan wanita terdiri dari empat macam, yaitu:

  1. Pelukan dengan sentuhan, yakni ketika seorang lelaki mendekat dari arah depan atau dari samping seorang wanita, dan menyentuh tubuh si wanita dengan tubuhnya sendiri.
  2. Pelukan dengan tubrukan, yaitu ketika seorang wanita membungkukkan badan, seolah-olah akan memungut sesuatu dan menubruk seorang lelaki yang sedang duduk atau berdiri dengan buah dadanya, kemudian si lelaki membalas dengan merangkulnya.
  3. Pelukan dengan gesekan, yaitu ketika sepasang kekasih berjalan bersama dengan perlahan-lahan, baik dalam suasana gelap maupun di tempat ramai, atau di tempat sepi, kemudian masing-masing saling menggesekkan tubuhnya.
  4. Pelukan dengan penekanan, yaitu apabila pada kejadian-kejadian tersebut diatas, kemudian salah satu dari mereka menekankan tubuhnya dengan kuat kepada tubuh pasangannya ke dinding atau tiang.

Pada saat melakukan hubungan badan, empat macam pelukan berikut ini biasa dilakukan, yaitu:

batu giok pengasihan
  1. Jatavesthtitaka atau belitan tumbuhan menjalar. Adalah ketika seorang wanita menggelantung atau membelit pada seorang lelaki, laksana belitan tumbuhan menjalar pada pohon, menundukkan kepala lelaki itu ke arah kepalanya sendiri dengan gairah untuk menciumnya dan sedikit membuat suara, memeluk, dan memandang dengan penuh cinta.
  2. Vrikshadhirudhaka atau memanjat batang pohon. Adalah ketika seorang wanita, setelah menempatkan salah satu kakinya di atas kaki kekasihnya, sementara kaki satunya lagi berada di atas paha pasangannya, merangkulkan satu tangannya pada pinggang pasangannya, satu tangannya yang lain merangkul bahu pasangannya dengan membuat sedikit suara seperti senandung dan desahan lembut dan berkeinginan seakan-akan untuk memanjat agar mendapatkan ciuman. Kedua jenis pelukan ini hanya dapat terjadi dengan posisi lelaki sedang berdiri.
  3. Tila-Tandulaka atau pencampuran biji wijen dan beras. Adalah ketika pasangan kekasih berbaring di ranjang dan saling memeluk dengan erat hingga lengan dan paha saling berkait dengan lengan dan paha pasangannya, seakan saling menggesek, ini disebut pelukan seperti campuran biji wijen dan beras.
  4. Kshiraniraka atau pelukan susu dan air. Adalah ketika seorang lelaki dan wanita saling mengasihi satu sama lain dengan tidak memikirkan adanya rasa sakit, saling memeluk seakan-akan mereka berusaha masuk ke dalam tubuh pasangannya, yang dilakukan ketika si wanita dalam posisi duduk di pangkuan pasangannya di depannya atau di atas ranjang.

Ada empat cara untuk memeluk anggota tubuh yang sederhana, yaitu:

  1. Pelukan Paha, yaitu ketika salah seorang dari sepasang kekasih menekankan pahanya ke paha pasangannya.
  2. Pelukan jaghana (dari pusar ke bawah hingga paha), yaitu ketika seorang lelaki menekan jaghana atau bagian pusar tubuh wanita pada tubuhnya sendiri dan menaikinya untuk melakukan hubungan badan, baik dengan disertai cakaran kuku dan jari atau menggigit, menubruk atau menciumnya, sementara rambut wanita yang terurai dan mengembang.
  3. Pelukan dada, yaitu ketika seorang lelaki meletakkan dadanya dengan menekan buah dada pasangannya.
  4. Pelukan dahi, yaitu ketika kedua pasangan saling menyentuhkan mulut, mata, dan dahi pasangannya.

Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :