Semedi, Cara Orang Jawa Mendekatkan Diri Kepada Gusti

Salah satu cara mendekatkan diri kepada Tuhan adalah lewat Semedi. Kalau dalam konteks agama Islam, aktivitas berdiam diri dan mengingat keberadaan Tuhan ini disebut dengan istilah Tafakur.


Apa Arti Semedi?

Istilah Semedi berasal dari dua kata, yaitu Sam dan Adi. Sam artinya besar, sedangkan Adi artinya bagus atau indah. Mereka yang bersemedi memiliki tujuan untuk meraih budi yang besar, indah dan suci.

Semedi Cara Membuka Mata Batin

Budi yang suci adalah budi yang diam tanpa nafsu. Tanpa pamrih dan tanpa keinginan apapun. Kondisi suwung (kosong) inilah yang mengandung getaran hidup murni ibarat cahaya atau sinar yang disebut Nur.

Singkatnya, Nur adalah hati dari Budi. Sedangkan di dalam Nur ini, seorang hamba bisa menyentuh isyarat Tuhannya untuk menerima tuntunan dalam menjalani hidup.

Empat Tingkatan Semedi

Antara Semedi atau Samadhi dengan Meditasi memiliki sedikit perbedaan. Letak perbedaan ini ada pada tingkatan. Samadhi memiliki tingkatan yang lebih tinggi, dibandingkan tahap-tahap lain yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tahap Pertama – Perenungan

Tingkat paling awal adalah Penerungan. Disini seorang hamba berdiam diri dan merenungkan penciptaan ilahi. Lewat renungannya tersebut, ia diharapkan memperoleh wawasan bahwa Tuhan bersifat Maha Kuasa, karena telah menjaga keseimbangan alam semesta.

Tahap Kedua – Kontemplasi

Kontemplasi merupakan aktivitas berdiam diri yang lebih dalam dari Penerungan.

Tahap Ketiga – Meditasi

Meditasi lebih mengacu pada fokus dan relaksasi dalam mencari ketenteraman diri. Sebab dengan hati yang tenteram inilah seorang hamba akan mampu mencapai isyarat Tuhannya.

Tahap Keempat – Samadhi/ Semedi

Samadhi merupakan aktivitas berdiam diri yang dipenuhi kekhusyukan dan konsentrasi. Tujuannya adalah untuk menghadap Gusti atau Ilahi. Terkadang, saking khusyuknya aktivitas ini, si pelaku akan mampu melepaskan sukma dari raga. Sebagian besar orang menyebut fenomena ini dengan istilah Meraga Sukma (Ngrogo Sukmo).

Misalnya pun saat ini Anda masih berada di tahap Perenungan, tidak perlu berkecil hati. Tetap teruskan usaha Anda dan yakinlah bahwa Anda bisa mendekatkan diri kepada Pencipta. Dengan kesungguhan inilah, banyak orang di masa lampau mampu mengasah mata batinnya.

ayat seribu dinar

Bacaan Paling Dicari: