Sekar Tunjung – Filosofi Bunga Teratai

Bunga teratai disebut juga sebagai seroja, tunjung atau lotus. Di beberapa belahan lain dunia, orang menyebutnya water lily atau Chinese arrowroot.


Mengenal Filosofi Bunga Teratai

“Hiduplah seperti teratai, yang tetap suci meski berkubang dalam lumpur.”

– Dewi Sundari

Bunga teratai memiliki warna yang cukup beragam. Mulai dari merah, putih, hingga kebiru-biruan. Tumbuhnya di dalam lumpur dan mekar mengambang di atas permukaan air. Aroma bunganya wangi, dengan daun yang melebar sejajar.

Ukuran diameter bunga ini bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari 10 hingga 20 centimeter. Benangsari teratai berwarna kuning, biasanya akan nampak memenuhi kelopak dalam warna yang beragam tadi.

Layaknya tanaman air yang lain, teratai memerlukan lumpur dan air untuk tumbuh. Tetapi dalam keadaan apapun, teratai tidak pernah tenggelam dalam lumpur tersebut. Hidupnya tenang di permukaan, nampak indah meski lingkungannya dianggap kotor.

Seroja tetap anggun dan menawan, meski ia tumbuh di tempat yang paling menjijikkan. Bahkan dengan keindahannya itu, ia menjadi penghias yang indah di tempatnya berada.

Manusia juga diharapkan demikian. Lahir dengan kesempurnaan dan keindahan, sekaligus hasrat atau keinginan untuk berkembang. Hasrat dan keinginan inilah yang mendorong manusia untuk mencapai tujuan hidup. Tetapi bukan berarti bahwa manusia harus tenggelam dalam hasratnya. Justru merupakan tujuan hidup manusia untuk membawa manfaat bagi alam dan lingkungan, seperti yang dilakukan bunga teratai.

Makna Warna Bunga Teratai

Di India, teratai atau lotus adalah bunga nasional. Ia dianggap sebagai simbol kesucian, keindahan, kebenaran dan pencerahan sekaligus. Paling tidak, ada lima warna lotus yang lazim dikenal. Kelimanya adalah merah, putih, biru, ungu dan merah muda.

Masing-masing warna ini memiliki makna yang berbeda, yaitu:

  1. Teratai putih, dapat diartikan sebagai kemurnian pikiran dan ketenangan manusia. Serta kesempurnaan spiritual yang dimilikinya.
  2. Teratai merah, melambangkan kebaikan dan kasih sayang tanpa pamrih. Sekaligus perlambang kebesaran dan kemurahan hati.
  3. Teratai merah muda, memiliki makna kehormatan dan kesucian. Para dewa dipercaya selalu duduk di atas lotus merah muda, sebagai pertanda telah tercapainya pencerahan tertinggi.
  4. Teratai biru, mewakili pengetahuan dan pikiran serta semangat dalam mencapai tujuan hidup. Teratai yang berwarna biru tidak mekar secara penuh, artinya manusia tidak boleh berhenti belajar untuk mencapai kebijaksaan.
  5. Teratai ungu, menandakan spiritualitas seseorang.

Dalam berbagai kebudayaan, teratai telah menjadi inspirasi karya seni. Ia dianggap sebagai bunga dengan derajat tertinggi. Karena tak pernah tersentuh kotoran, sekalipun tumbuh dan hidup dalam kubangan. Teratai dianggap bijak, mistis dan sekaligus mempesona. Maka tak mengherankan, bila keberadaan bunga ini dijadikan ilham untuk mencapai kesempurnaan.

garam pangruwat