Primbon Jawa Untuk Menentukan Jodoh

Primbon Jawa sudah sejak dulu dipakai untuk menentukan jodoh. Maksudnya bukan untuk meramal dimana jodoh Anda atau kapan datangnya, tetapi menentukan kecocokan antar pasangan yang sudah ada. Biasanya perhitungan ini dilakukan menjelang pernikahan.


Cara Menentukan Jodoh dengan Primbon Jawa

Secara tradisional, masyarakat Jawa mengenal istilah bobot, bibit dan bebet dalam menilai calon pasangan. Jaman sekarang, anak muda banyak yang mencibir nilai tradisional ini. Pikirnya orang tua mereka terlalu kolot, terlalu gila pangkat dan kedudukan.

Padahal yang dimaksud bibit, bobot dan bebet tidaklah begitu.

primbon jawa untuk menentukan jodohBobot artinya mutu. Lebih menitikberatkan pada kemampuan berpikir, kemampuan mengolah emosi dan prestasinya sebagai seorang individu dalam bermasyarakat. Anda tentu tidak mau bukan, punya pasangan yang selalu mengamuk dan cara pikirnya sangat kaku?

Bibit artinya benih atau keturunan. Ini bukan soal keluarganya kaya atau terpandang, tetapi soal asal usul. Dimana ia lahir? Siapa orang tuanya? Bagaimana ia dibesarkan? Karena masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi nilai keluhuran. Setiap manusia memang punya perjalanan hidup yang tidak sama, tetapi selalu dianjurkan untuk mengingat siapa dirinya dan dari mana ia berasal.

Supaya tidak menjadi kacang yang lupa kulit.

Bebet berasal dari kata bebedan, artinya cara berpakaian. Penampilan itu seringkali mewakili tingkah laku dan kepribadian seseorang. Masa iya akan ada orang tua yang bangga, kalau calon menantunya memakai rok hanya sepanjang 20 centi?

Perhitungan Jodoh Dalam Primbon Jawa

Setelah mendapatkan calon pasangan yang memenuhi syarat bobot, bibit dan bebet, maka tinggal mempertimbangkan tanggal lahir keduanya. Dalam tanggal lahir ini bisa didapatkan dua angka. Yaitu angka hari dan angka pasaran.

Kedua angka tersebut kemudian dijumlah, baik dari pihak calon pengantin pria maupun wanita.

Hari dan Nilai Angkanya

Senin               : 4

Selasa             : 3

Rabu               : 7

Kamis              : 8

Jumat              : 6

Sabtu              : 9

Minggu           : 5

Pasaran dan Nilai Angkanya

Pon                 : 7

Wage              : 4

Kliwon            : 8

Legi                 : 5

Pahing                        : 9

Misalnya si pria terlahir Senin Pahing. Berarti 4 ditambah 9, jumlahnya 13. Sedangkan si wanita terlahir Kamis Kliwon. Berarti 8 ditambah 8, jumlahnya 16.

Jumlahnya 29.

Lalu dibagi 10. Angka 29 dibagi 10 sama dengan 2, sisa 9. Berarti jodoh kedua orang itu tidak bisa dibagi 10, karena hasil perhitungan hanya ada 7.

Nah, maka dari itu angka 29 dibagi 7. Hasilnya 4, sisa 1. Angka satu inilah yang merupakan hasil akhir perhitungan jodoh menurut Primbon Jawa.

Adapun makna perhitungannya bisa Anda baca dibawah ini:

Hasil Perhitungan:

Angka 1          : Disebut Wasesa Sagara. Artinya besar wibawanya, luas budinya, sabar dan pemaaf

Angka 2          : Disebut Tunggak Semi. Artinya rejekinya akan mudah dan limpah

Angka 3          : Disebut Satriya Wibawa. Artinya mendapat keluhuran dan kemuliaan

Angka 4          : Disebut Sumur Seneba. Artinya banyak yang datang berguru

Angka 5          : Disebut Satriya Wirang. Artinya banyak mengalami dukacita dan kewirangan

Angka 6          : Disebut Bumi Kapethak. Artinya banyak mengalami kesedihan, tetapi tabah dan pekerja keras

Angka 7          : Disebut Lebu Katiyup Angin. Artinya mengalami duka nestapa, tidak pernah tercapai cita-cita


Lha, kalau sudah kadung cinta, tapi hitungannya berakhir di angka 5, 6 atau 7, bagaimana?

Tidak perlu khawatir. Solusi untuk menghindari nasib buruknya adalah sebagai berikut:

  • Syarat ruwat angka 5           : sebelum menikah salah satu pengantin menyembelih ayam
  • Syarat ruwat angka 6           : sebelum menikah salah satu pengantin mengunyah tanah
  • Syarat ruwat angka 7           : sebelum menikah salah satu pengantin menghamburkan tanah

Demikian dan semoga bermanfaat bagi Anda.

DS

susuk samber lilin

Bacaan Paling Dicari: