Pohon Dewandaru, Mistis Kayu Pembawa Wahyu

Pohon Dewandaru dianggap sebagai kayu pembawa wahyu. Namanya banyak disebut dalam kisah-kisah pewayangan. Hingga kemudian berkembang sarat dengan mitos berbau mistis.


Mengenal Pohon Dewandaru

Bila Anda tidak mengenali nama dewandaru, maka bisa jadi Anda mengenalnya dengan nama yang lain. Entah itu asem selong, belimbing belanda, ceremai belanda, atau mungkin ceremai asam.

Tanaman ini tergolong tumbuhan perdu dengan tinggi mencapai lima meter dan hidup menahun. Batangnya berbentuk bulat, tegak berkayu dengan kulit kayu warna cokelat. Sedangkan buahnya berbentuk buni (bulat) dengan diameter sekitar satu setengah centimeter. Berbiji kecil dan keras, dengan warna buah merah.

Di Indonesia sendiri, dewandaru bisa ditemukan di beberapa tempat. Termasuk Jawa, Sumatera, dan pulau-pulau kecil yang mengitarinya. Salah satu daerah yang dikenal sebagai tempatnya dewandaru tumbuh adalah Kepulauan Karimunjawa. Di sana, hawa magis dewandaru masih terbilang kental.

Kayu Dewandaru dianggap sakti dan bertuah. Terlebih bila menilik kisah tentang pohon dewandaru yang dulu ditanam Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria. Bahkan dalam kisah Pandawa-Kurawa, ada tokoh bernama Dewandaru yang konon merupakan kunci untuk menguasai dunia. Hingga kemudian ia berubah menjadi pohon untuk menghindari perebutan.

Sedangkan bagi mereka yang gemar berolah mistik, aroma kayu dewandaru dianggap sebagai sarana mencapai ilmu kanuragan yang sempurna. Konon katanya kayu ini memiliki khasiat untuk pengasihan dan kharisma, sekaligus mengusir gangguan gaib.

Oleh karena itulah kayu dewandaru kerap dibentuk menjadi berbagai macam barang. Termasuk tasbih, gelang, cincin dan kalung yang kemudian dianggap bertuah atau berenergi spiritual.

Apa Saja Manfaat Pohon Dewandaru?

Terlepas dari embel-embel mistisnya, dewandaru memiliki banyak manfaat secara ilmiah. Buahnya mengandung protein, karbohidrat dan vitamin C. Kulit kayunya mengandung tanin, sedangkan daunnya mengandung minyak atsiri, saponin dan flavonoid.

Dengan kandungan-kandungan tersebut, maka dewandaru dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Bisa jadi, sejak awal dewandaru sudah diketahui bermanfaat. Hanya saja cara orang jaman dulu menuturkan manfaatnya tidaklah sama dengan cara orang jaman sekarang. Sehingga sebelum dewandaru bisa diperkenalkan sebagai obat, terlebih dulu orang harus memperkenalkannya sebagai sarana yang mistis dan berdaya magis.

batu giok pengasihan