Ngerinya Pesugihan, Dari Tumbal Hingga Ritual

Dalam kebudayaan masyarakat Jawa, Pesugihan sudah memiliki sejarah panjang. Bahkan sejak zaman Kerajaan Mataram (Kartasura) sampai zaman kemerdekaan, Pesugihan tetap saja menjadi salah satu fenomena sosial. Menurut konsep spiritual  Ilmu Kejawen, lelaku atau tirakat Pesugihan tergolong jalur pangiwa (kiwa= kiri)  sebagaimana ilmu santet dan pengasihan atau pelet.

 

Apa itu Pesugihan?

Istilah Pesugihan berasal dari bahasa Jawa ‘sugih’ yang berarti kaya. Pesugihan memiliki makna sebagai suatu upaya untuk mencari kekayaan materi berlimpah. Upaya ini kerap dikaitkan dengan kekuatan gaib yang sering menuntut pengorbanan, imbalan, serta tumbal, baik orang lain maupun anggota keluarga sendiri. Meskipun sebenarnya tidak semua Pesugihan seperti itu.

Banyak anggota masyarakat yang berpikiran keliru, ingin mengubah nasibnya secara spontan tanpa bekerja lewat Ilmu Pesugihan. Pikirnya, Pesugihan adalah jalan keluar dari perasaan frustrasi, ketegangan dan keputusasaan akibat sulitnya mengubah nasib secara wajar di tengah persaingan hidup yang semakin keras. Padahal sesungguhnya Pesugihan adalah kesempatan untuk bekerja lebih giat demi mendapatkan kekayaan yang lebih berlimpah pula, karena lelaku Pesugihan berfungsi sebagai pembuka rezeki.

Namun sebagai wawasan, Anda patut mengetahui seluk beluk Pesugihan dalam pengertiannya sebagai ilmu supranatural sayap kiri.

 

Jenis Pesugihan

Tingkat atau level Pesugihan dapat dibedakan menjadi tiga, berdasarkan tingginya tingkat resiko yang harus dihadapi si pelaku. Pembagian jenis ini didasarkan pada garis informasi secara turun-temurun selama puluhan generasi. Pada dasarnya, setiap daerah memiliki aturan main sendiri.

Inilah tiga jenis Pesugihan tersebut:

1.  Pesugihan Uang Kontan

ilmu pesugihan putihMerupakan jenis Pesugihan dimana si pelaku langsung berhadapan dengan setan dan melakukan tawar-menawar sejumlah uang atau harta yang akan diberikan. Biasanya mencapai angka ratusan juta atau bahkan milyaran. Kontak dengan setan ini biasa dilakukan dengan memakai jasa perantara seorang pawang khusus.

Dalam Pesugihan uang kontan, jiwa pelaku Pesugihan kemudian ditahan. Badannya dimasuki roh setan yang melakukan kontak dengannya. Badan ini kemudian pulang untuk mengantarkan uang sesuai jumlah yang disepakati. Begitu uang diterima keluarga di rumah, roh setan akan ditarik pulang. Akibatnya bisa dibayangkan, si pelaku pesugihan tadi segera meninggal dunia.

2.  Pesugihan Cupang

Inilah jenis Pesugihan yang mengharuskan pelaku untuk menjual nyawa orang yang dicintai. Biasanya anak atau istri, semakin disayang semakin banyak uang yang bisa digadaikan. Mereka yang telah dijual nyawanya sebagai tumbal akan segera meninggal dunia.

Resiko yang harus ditanggung pelaku Pesugihan Cupang memang cukup besar. Selain harus mengorbankan anggota keluarga, tirakat atau lelakunya juga cukup pelik. Si pelaku perlu menyediakan ruangan khusus beraroma dupa dan darah ayam segar pada tanggal-tanggal tertentu.

3.  Pesugihan Perewangan

Pesugihan Perewangan (perewangan= sebangsa makhluk halus) ditempuh dengan cara mengambil sejenis makhluk halus dari alam gaib yang kemudian membantu si pelaku menjadi kaya. Karena itu, setiap tahun Perewangan tersebut harus diberi tumbal. Entah istri, anak, pembantu atau orang lain yang ikut diberi makan dengan uang darah Perewangan. Setelah pelaku itu meninggal dunia, ia menjadi budak Perewangan yang memberinya harta.

Banyak makam, goa bahkan gunung yang dikeramatkan oleh masyarakat menjadi tempat memburu pesugihan atau ngalap berkah. Istilah ngalap berkah biasanya dipakai untuk memperhalus istilah Pesugihan yang oleh masyarakat awam dirasa sangat menjurus pada kesesatan. Praktek Pesugihan dapat dilakukan melalui ritual-ritual gaib seperti semedi, membaca mantra, mempersembahkan sesajen atau ritual-ritual lainnya.

Dalam praktek Pesugihan, terdapat kerjasama dan pemberian bantuan dari makhluk dunia lain, misalnya jin atau setan. Sebagai gantinya, terdapat imbalan yang harus dibayar sebagai kompensasi atas apa yang diberikan. Sesajen, mantra, serta ritual khusus yang wajib dilakukan demi suatu kerjasama itu lambat Iaun dapat merusak keimanan pada Tuhan bila dilakukan secara tidak tepat.

Berdasarkan latar belakang sejarahnya, jauh sebelum agama Islam menyentuh Indonesia, kultur masyarakat Jawa telah lekat dengan paham animisme dan dinamisme. Bahkan dalam proses penyebaran Islam yang dilakukan oleh para wali, budaya mistis tersebut justru dirangkul dan diselaraskan perlahan-Iahan, sehingga tidak terkesan bertentangan dengan akidah keislaman. Melalui cara inilah agama Islam dapat diterima dengan cepat tanpa penolakan.

Tidak semua anggota masyarakat dapat memaknai keberadaan dunia mistis dengan benar. Kasus-kasus munculnya sekte Pesugihan sesat merupakan salah satu bentuk nyata dari penyimpangan kepercayaan. Penyimpangan ini terjadi karena pemaknaan pengaruh gaib yang kurang tepat.

 

Tempat dan Tumbal Pesugihan

Ritual_by_ZsoltKosaMeskipun tidak semua peziarah bermaksud melakukan ritual pesugihan, namun terdapat banyak di antara mereka yang menjadikan tempat-tempat keramat sebagai lokasi ritual untuk mendapatkan kekayaan dan materi berlimpah. Melalui seorang perantara (bisa dukun, paranormal atau juru kunci), para peziarah melaksanakan tata cara ritual yang telah ditetapkan. Tanpa kompromi. Sekalipun di dalam tata cara ritual tersebut, mereka diwajibkan untuk berbuat zina dengan orang yang bukan suami atau istrinya. Bahkan sampai mengorbankan nyawa orang lain atau salah seorang anggota keluarganya sendiri.

Sejumlah tempat-tempat keramat yang lazim dikunjungi oleh para peziarah atau pelaku ritual pesugihan  antara lain Goa Gedung Manik, Goa Landak, Goa Lalay, Gunung Kawi, Makam Eyang Haji Gentar Bumi, Pantai Laut Selatan, Sendang Kuning, Makam Fatimah binti Maimun, Sendang Ontrokewulan (Gunung Kemukus) dan lokasi-lokasi lain.

 

Pesugihan Gaib

Ketika manusia merasakan perlunya kemewahan gaya hidup modern, maka kekayaan materi menjadi tujuan utama dalam hidup di dunia. Kekayaan materi yang tidak dapat dicapai dengan melakukan kerja keras lantas dicari melalui jalan pintas, yakni bersekutu dengan makhluk gaib.

Ada berbagai jenis dan nama makhluk gaib yang lazim diajak kerjasama oleh manusia dalam mewujudkan impian besarnya untuk mendapatkan kekayaan berlipat ganda. Macam dan nama makhluk-makhluk gaib tersebut antara lain: Bajang Kembar, Nyi Blorong,Thuyul, Celeng Kresek (Babi Ngepet), Buto Ijo, Siluman Ratu Ular, Siluman Kuda, Siluman Naga Cerek, Perewangan dan lain-lain.

 

Berbagai Macam Ritual Mencari Pesugihan

makhluk halusTujuan apapun bisa tercapai kalau dibarengi dengan tirakat atau lelaku. Karena itu, pelaku pesugihan dalam mewujudkan impiannya harus disertai dengan lelaku ritual. Dimana lelaku tersebut wajib diberikan. Tanpa lelaku, mimpi seorang yang ingin hidup bergelimang harta lewat jalan pesugihan hanya akan berhenti pada mimpi.

Diantara berbagai macam ritual pesugihan yang lazim dilaksanakan oleh para pemburu pesugihan dalam mewujudkan impiannya antara lain adalah:

  • Menyerahkan sesaji dengan membakar dupa dan mempersembahkan bunga serta ubarampe lainnya. Seperti ayam ingkung, tumpeng dan nasi gurih, aneka jenang, jajan pasar dan lain-lain
  • Berhubungan intim dengan istri atau suami orang lain (selingkuh)
  • Memuja makhluk gaib. Atau menyusuinya (bagi perempuan) dan berhubungan intim (bagi laki-Iaki) dengan makhluk gaib tersebut
  • Membasuh salah satu bagian tubuh tertentu atau berendam (kungkum) di sendang atau tempuran sungai
  • Berpuasa sembari melek (tidak tidur) selama waktu yang ditentukan
  • Melafalkan doa, mantra dan atau bacaan-bacaan khusus lainnya

Tidak semua dari berbagai macam laku ritual tersebut ditunaikan sendiri oleh pemburu pesugihan. Karena umumnya setiap tempat keramat memiliki ketentuan yang berbeda atas serangkaian laku ritual yang dipersyaratkan. Tirakat ini biasanya juga sangat tergantung pada tingkat target kekayaan yang ingin diraih oleh pemburu pesugihan. Semakin besar target yang dipatok atau diinginkan, maka lelaku ritual juga semakin berat. Seseorang yang ditumbalkan bisa jadi adalah salah satu anggota keluarga atau bahkan jiwanya sendiri, apabila pemburu pesugihan tersebut dengan sengaja melanggar ketentuan-ketentuan yang telah disepakati sebelumnya.

 

Mencari Pesugihan dengan Tumbal

Bila menginginkan pesugihan dengan jumlah kekayaan yang sangat besar, ritual saja tidak cukup. Tumbal berupa darah manusia juga perlu diserahkan. Sebab makhluk-makhluk gaib berkekuatan negatif yang diminta bantuannya oleh pemburu pesugihan tersebut sangat menyukai darah manusia. Buktinya adalah keberadaan mayat-mayat korban yang ditumbalkan. Mayat-mayat itu bergelimpangan dengan tubuh menghitam kebiruan seperti kehabisan darah.

Cara-cara yang lazim dilakukan oleh pemburu pesugihan dalam mendapatkan tumbalnya antara lain:

  • Sengaja memberikan pinjaman uang kepada orang-orang yang serba kekurangan. Bukannya membantu, tetapi orang-orang dengan tingkat ekonomi rendah itu dianggap oleh pemburu pesugihan sebagai sasaran tumbal yang paling empuk. Mereka pasti kesulitan mengembalikan pinjaman itu pada waktunya.
  • Memasang jebakan dengan meninggalkan sejumlah uang di jalanan. Cara ini dilakukan dengan tujuan agar orang yang menemukan uang tersebut dapat dijadikan tumbal. Anggapan yang beredar di masyarakat, uang jebakan tersebut tidak akan membawa kematian asal diusapkan terlebih dahulu di dubur pengambilnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemasangan jebakan ini bukan cara yang efektif dalam mendapatkan tumbal.
  • Meletakkan sesajen pada beberapa titik strategis jalan yang banyak dilewati orang, misalnya jembatan dan perempatan. Cara ini dianggap lebih aman, karena orang-orang yang ditarget sebagai tumbal bukan tetangga kiri kanan tetapi pengguna jalan raya yang sama sekali tidak berprasangka dan kosong pikirannya.
  • Membagi-bagikan masakan daging kambing atau ingkung dengan mengadakan kenduri. Mendapatkan tumbal dengan cara ini dianggap cara paling kejam dan sadis, karena ingkung dan daging yang disayat dan dipatahkan tulang-tulangnya tersebut bukanlah daging kambing. Melainkan daging dan tulang salah satu anggota keluarganya sendiri. Sehingga seringnya, setelah acara kenduri tersebut berakhir si pelaku pesugihan segera mendapatkan kabar bahwa salah satu anggota keluarganya baru saja meninggal dalam keadaan yang sangat mengenaskan.

puter giling

Bacaan Paling Dicari: