Pasar Di Jaman Mataram Kuno

Pasar di jaman kuno memiliki peranan penting bagi masyarakat. Baik dalam kaitannya dengan aktivitas ekonomi maupun sosial.


Fungsi Pasar Di Jaman Kuno

Di masa lampau, pasar dipandang sebagai sebuah sistem yang didukung oleh berbagai komponen. Termasuk dalam komponen-komponen tersebut antara lain adalah lokasi, bentuk fisik, komoditi, produksi, transportasi dan ditribusi barang.

Pemilihan Lokasi Pasar Kuno

Pasar selalu ditempatkan di daerah yang strategis. Misalnya tepian sungai, seperti yang tertulis dalam Prasasti Turyyan dan Prasasti Muncang. Bila tidak berada di tepi sungai, pasar akan ditempatkan di pinggir jalan besar.

Lokasi yang strategis ini diperlukan untuk memudahkan orang datang. Baik bagi mereka yang datang ke pasar lewat jalur darat, maupun jalur air.

pasar-di-jaman-jawa-kuno

Ilustrasi Pasar Di Jaman Kuno

Bentuk Fisik Pasar Kuno

Bentuk fisik pasar tidak selalu berupa bangunan tertutup. Pasar yang tertulis dalam Prasasti Turyyan, misalnya, berwujud fisik seperti lapangan terbuka. Jadi pada hari-hari tertentu lapangan tersebut difungsikan sebagai tempat jual beli, sedangkan di hari-hari lain bisa difungsikan untuk upacara adat.

Pasar yang ditempatkan di lapangan terbuka biasanya adalah pasar desa. Sampai sekarang pun, masih ada beberapa pasar yang menggunakan sistem ini. Misalnya disebut Pasar Wage, karena hanya digunakan untuk bertransaksi di hari-hari berpasaran wage saja.

Tetapi pasar yang bernama pasaran hari (dan hanya buka di hari-hari tertentu), sebagian kini sudah berubah menjadi pasar biasa yang buka tiap hari.

Komoditi Pasar Kuno

Barang-barang yang diperjualbelikan di pasar banyak jenisnya. Termasuk hasil bumi, hewan ternak, ikan, telur, hasil kerajinan dan barang industri rumah tangga.

Bila dibagi menjadi barang produksi primer dan barang produksi sekunder, maka produksi primer meliputi hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Sedangkan barang produksi sekunder antara lain meliputi hasil industri kecil yang diusahakan oleh para perajin rumahan. Misalnya garam, ikan asin, minyak jarak dan minyak kelapa.

Transportasi Pasar Kuno

Demi mendukung kelancaran transportasi pasar, prasarana dibangun berupa jalan dan jembatan. Serta petugas keamanan, seperti yang disebutkan dalam Prasasti Kaladi. Karena pada masa itu, banyak perampok tega beraksi baik di siang maupun malam hari.

Bagi mereka yang datang lewat jalur sungai, alat transportasi yang dipakai adalah perahu. Sedangkan bila datang lewat jalur darat, rata-rata pedagang datang berjalan kaki dengan membawa pikulan atau gendongan. Bila barangnya berat dan banyak, diangkut dengan kuda atau sapi yang menarik gerobak.

Mata Uang Transaksi Pasar Kuno

Sistem barter dulu digunakan sebagai alat penukar dalam transaksi. Tetapi seperti apa ketentuan barter tersebut, tidak banyak diketahui. Salah satu kemungkinan lain adalah dipakainya uang pisis sebagai alat tukar. Karena mustahil menggunakan mata uang emas atau perak untuk perdagangan barang sehari-hari. Nilainya terlalu tinggi.

Hiburan Pasar Di Jaman Kuno

Sebagai tempat bertemunya masyarakat dari berbagai kalangan, pasar tidak hanya menjadi tempat jual beli saja. Tetapi juga tempat berinteraksi yang ramai. Banyak orang datang ke pasar sekedar untuk mencari hiburan. Sehingga terkadang, rombongan penari, pelawak dan penyanyi banyak yang sengaja tampil di pasar dan menarik sumbangan dari penonton.

garam pangruwat