Misteri Perempuan Bahu Laweyan

Pernah dengar istilah ‘bahu laweyan’? Kutukan ini melekat pada perempuan dengan tanda tertentu di bagian bahunya. Konon, setiap kali menikah, suami si perempuan dipastikan bakal meninggal dunia.


Apa Itu Bahu Laweyan?

Bahu Laweyan adalah salah satu bentuk katuranggan (ciri fisik) yang melekat pada diri perempuan. Ciri fisik ini berupa lekuk ceruk (mirip lesung pipit) yang terdapat di bagian bahu. Serta bentuk bahu yang melengkung mirip busur panah.

Dipercaya, bahwa perempuan yang memiliki ciri fisik ini, setiap kali menikah maka suaminya akan meninggal dunia. Tak jarang matinya pun dengan cara mengenaskan.

Masyarakat Jawa meyakini bahwa perempuan bahu laweyan hidupnya tidak pernah normal ataupun tenang. Cenderung pendiam, penyendiri dan memiliki tatapan mata kosong. Hal ini dikarenakan seumur hidupnya ia diikuti oleh makhluk halus beraura jahat. Tetapi biasanya, mereka yang berbahu laweyan dikaruniai paras cantik. Maka tak heran bila banyak pria melirik.

Selain itu, perempuan seperti ini juga dikatakan kebal terhadap segala macam serangan ilmu hitam. Termasuk santet, teluh dan guna-guna.

Ciri-Ciri Perempuan Bahu Laweyan

Jaman sekarang, kaum hawa tidak lagi berkeliaran dengan kemben dan kain jarik. Jadi tidak sembarangan kita bisa melihat apakah bahunya berlesung atau tidak. Tetapi meskipun begitu, ada beberapa karakter yang konon dapat dipakai untuk menandai gadis berbahu laweyan.

Mereka cenderung maskulin atau tomboy. Tidak seperti perempuan kebanyakan. Cantik, memang. Tetapi berapa kalipun ia menikah selamanya tak pernah punya anak. Semua suaminya meninggal sebelum sempat meninggalkan keturunan.

Kutukan bahu laweyan konon baru akan hilang bila jumlah korbannya sudah mencapai tujuh orang. Sehingga pada suami kedelapan, hidupnya tidak akan lagi mengalami masalah.

Inilah mengapa para perempuan malang tersebut dianggap membawa sial. Bahkan membawa maut bagi para pria yang meminangnya. Tetapi apakah benar seperti itu? Apakah mungkin, ada anak manusia yang terlahir dengan kutukan seberat ini?

Kutukan bahu laweyan merupakan kutukan yang bias gender. Hanya diaplikasikan kepada perempuan, tetapi tidak kepada laki-laki. Entah benar atau tidaknya kutukan ini ada, namun masyarakat Jawa secara umum sudah terlanjur mempercayainya.

Kepercayaan ini perlu, mengingat katuranggan ini sebenarnya dapat mengkondisikan para pria agar berhati-hati memilih istri. Pastikan latar belakangnya jelas, termasuk riwayat hubungan sebelumnya. Bila asal memilih pendamping, tentu akan berbahaya akhirnya. Entah bahunya berlesung atau tidak, kalau sampai salah memilih istri, jelas tidak akan baik bagi diri sendiri.

jimat pelarisan

Bacaan Paling Dicari: