Misteri Candi Borobudur

Candi Borobudur bukan sekedar situs bersejarah. Bangunan ini masih banyak menyimpan misteri, yang sebagian masih belum terpecahkan hingga hari ini.


Pembangunan Candi Borobudur

Borobudur dibangun pada masa kekuasaan Raja Samaratungga. Ia merupakan salah satu raja Kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Syailendra, sekitar abad kedelapan masehi. Arsitek pembangunan Borobudur bernama Gunadharma.

Namun secara historis belum diketahui secara pasti, siapa sebenarnya Gunadharma ini. Ada kemungkinan bahwa Gunadharma merupakan simbol, merujuk pada nama seseorang yang memiliki kecerdasan tingkat tinggi. Bahkan ada pula yang menganggap bahwa sebenarnya Candi Borobudur dibangun dengan bantuan makhluk halus.

Tahap Pembangunan Candi Borobudur

Dari kejauhan, Borobudur nampak seperti susunan bangunan berundak. Layaknya piramida atau stupa, tetapi berbeda dari bangunan piramida lain yang sudah ada. Pembangunan Borobudur diketahui memerlukan beberapa tahap, yaitu:

  1. Tahap pertama, diperkirakan antara tahun 750 hingga 850 Masehi. Sebagai tahap awal dibangunlah tata susun bertingkat. Awalnya mirip piramida berundak, tetapi kemudian mengalami perombakan. Hal ini diketahui dari adanya tata susun yang pernah dibongkar.
  2. Tahap kedua, terdiri dari pelebaran pondasi. Lalu ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang diberi stupa induk besar.
  3. Tahap ketiga, undak atas lingkaran dibongkar dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncaknya, dengan satu stupa besar berada di tengah.
  4. Tahap keempat, dilakukan perubahan kecil seperti pembuatan relief, perombakan tangga dan lengkungan atas pintu.

Candi Borobudur, Unik dan Misterius

Bila dilihat dari udara (atas), bentuk bangunan Borobudur mirip dengan bunga teratai. Sedangkan bunga teratai sendiri merupakan simbol pemujaan dalam agama Buddha, yang berarti kesucian. Teratai mengingatkan umat Buddha agar senantiasa menjaga pikiran dan hati yang bersih. Layaknya teratai yang tetap suci, meski hidupnya berkubang di dalam lumpur.

Ada khayalan ilmiah tentang Borobudur yang didukung penelitian geologi. Dulu, di area sekitar Borobudur terdapat danau yang sekarang sudah kering sama sekali. Danau tersebut membentang luas di daerah dataran Kedu. Bisa jadi, Borobudur sengaja dibangun agar nampak seperti teratai yang mengapung di atas air.

Menurut kitab-kitab jaman dulu, candi memang sengaja dibangun di sekitar tempat bercengkeramanya para dewa. Termasuk puncak atau lereng bukit, gunung berapi, dataran tinggi, tepian sungai atau danau, dan titik pertemuan dua sungai.

Borobudur sendiri tersusun dari ribuan meter kubik batuan. Satu batu berbobot ratusan kilogram. Hebatnya, candi ini dibangun tanpa semen. Hanya saling dikaitkan antara satu batu dengan yang lain. Tampilan udara Borobudur relatif simetris, sekalipun dibangun pada masa ketika alat ukur belum seberapa canggih.

Tak jauh dari lokasi Borobudur terdapat Candi Mendut dan Candi Pawon. Uniknya, antara Borobudur, Mendut dan Pawon ternyata dapat ditarik satu garis lurus yang mengaitkan lokasi ketiga candi tersebut.

puter giling

Bacaan Paling Dicari: