Kisah Aji Saka & Prabu Dewata Cengkar

Kisah Aji Saka tidak lepas dari sosok Prabu Dewata Cengkar. Raja Medang Kamulan ini konon dikenal sebagai raja buas yang gemar memangsa manusia.


Aji Saka di Tanah Jawa

Berdasarkan cerita, ada sebuah dusun yang disebut Dusun Medang Kawit. Disanalah tinggal seorang pemuda yang sakti dan baik hati, bernama Aji Saka.

Suatu ketika Ajisaka menolong seorang bapak tua yang dipukuli gerombolan penyamun. Lelaki tua yang kemudian menjadi ayah angkat Aji Saka tersebut rupanya merupakan seorang pengungsi dari Kerajaan Medang Kamulan.

Dari ayah angkatnya inilah, Ajisaka mendengar tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar. Lalu dengan mengenakan surban di kepala, Ajisaka berangkat ke pusat kerajaan. Dengan tujuan untuk menolong rakyat Medang Kamulan dari rajanya yang tidak beradab.

Perjalanan Aji Saka Menuju Medang Kamulan

Niat Ajisaka tidak berjalan semulus kedengarannya. Dalam perjalanan, ia sempat bertempur tujuh hari tujuh malam melawan setan penunggu hutan rimba. Ajisaka yang menolak menjadi budak para setan tersebut tidak diperbolehkan untuk lewat. Namun karena kesaktian supranaturalnya, Ajisaka berhasil mengelak dari serangan api yang disemburkan oleh setan hutan.

Setibanya di Medang Kamulan, Prabu Dewata Cengkar konon sedang murka. Karena Patih Jugul Muda gagal membawa korban manusia untuk sang raja. Ajisaka kemudian menghadap Prabu Dewata Cengkar, lalu mempersilakan agar sang prabu menyantapnya. Ia hanya meminta satu imbalan, yaitu berupa tanah seluas surban yang ia kenakan.

Ketika mengukur tanah imbalan inilah, surban yang dipakai Ajisaka terus memanjang. Hingga luasnya melebihi luas Kerajaan Medang Kamulan. Prabu Dewata Cengkar pun marah, sewaktu mengetahui bahwa Ajisaka sesungguhnya berniat untuk mengakhiri masa kekuasaannya.

Dalam keadaan marah, tubuh Prabu Dewata Cengkar dililit oleh surban Ajisaka kuat-kuat. Tubuhnya lalu dilempar jauh ke laut selatan dan lenyap ditelan gulungan ombak.

Sejak saat itulah Ajisaka kemudian dinobatkan sebagai raja baru di Medang Kamulan. Ia memerintah bersama ayah angkatnya yang ikut ia boyong ke istana. Berkat pemerintahan yang bijaksana, Ajisaka mampu memakmurkan kerajaannya hingga rakyat hidup tenang, damai dan sejahtera.

Bacaan Paling Dicari: