Khasiat Mistik Minyak Misik

Minyak Misik dikenal beraroma khas. Wangi dan menyekat, serta konon sangat disukai oleh para malaikat.


Asal Usul dan Khasiat Minyak Misik

Paling banyak, minyak misik dipakai untuk ritual perawatan pusaka. Tidak sedikit praktisi spiritual yang melumuri keris dengan minyak misik, sebelum pusaka tersebut disimpan kembali di tempatnya.

Usut punya usut, asal usul minyak ini berasal dari buliran keringat. Tidak sembarang keringat, melainkan keringat kijang gunung jantan yang kemudian mengkristal. Kristal ini berwarna hitam keemasan dan nampak berkilau di pundak kijang. Biasanya, kristal tersebut hanya muncul ketika si kijang jantan tengah birahi. Nantinya akan terlepas dan berceceran layaknya kerikil selepas masa kawin.

Sedangkan aromanya sendiri, dipercaya sebagai aroma yang menarik para kijang betina.

Ada dua jenis minyak misik yang banyak dijumpai. Hitam dan Putih. Jenis yang palin banyak dicari adalah Misik Hitam. Warnanya pekat, kental dan tidak cair. Para pemilik pusaka meyakini bahwa minyak ini mampu memberikan kekuatan tersendiri pada senjata keramat yang mereka miliki.

Apa Saja Manfaat Minyak Misik?

Jaman dulu, minyak misik banyak digunakan karena berkhasiat menyelaraskan jiwa. Sekaligus memupuk keakraban dalam bergaul. Minyak ini juga diyakini berkhasiat mempertahankan aura dan menstabilkan energi spiritual.

Bahkan ada juga yang menyebutkan, bahwa aroma misik mampu meredakan amarah. Sementara di sisi lain, minyak ini diyakini memiliki efek feromon yang dapat membangkitkan birahi.

Minyak Misik Sebagai Parfum

Baik minyak misik maupun parfum modern, adalah sama-sama wewangian. Tidak ada perbedaan yang penting diantara keduanya. Sekalipun mungkin hari ini misik lebih identik dengan kepentingan mistik. Sedangkan parfum hanyalah bagian dari gaya hidup.

Aroma misik yang terkenal menyengat tentu bukanlah selera semua orang. Tetapi nyatanya minyak ini sudah dipakai sebagai pengharum ruangan sejak jaman Nabi Muhammad. Bisa jadi karena baunya yang khas, lambat laut minyak misik hanya diakrabi oleh mereka yang mengamalkan keilmuan batin sayap kiri.

Hal yang demikian sebenarnya tidak lebih dari sekedar penyalahgunaan saja. Ibarat pisau dapur yang dipakai untuk menusuk, padahal seharusnya adalah alat masak. Minyak misik pun begitu. Dipakai dalam ritual-ritual berbau teluh dan santet, padahal seharusnya adalah wewangian.

ayat seribu dinar