Keris Omyang Jimbe, Benarkah Dapat Mendatangkan Kekayaan?

Keris Omyang Jimbe sering dikatakan memiliki kekuatan mistis. Katanya mampu mendatangkan kekayaan bagi orang yang memilikinya. Benarkah demikian?


Mengenal Ciri-Ciri Keris Omyang Jimbe

Sejumlah pihak meyakini, bahwa Omyang adalah nama empu yang pernah hidup di jaman Pajang. Jadi sebenarnya Omyang bukanlah nama dapur keris. Istilah baku untuk menyebut keris ini adalah Keris Dapur Putut.

Untuk mengenali keris omyang sangat gampang. Ciri-cirinya adalah sepasang ukiran atau relief manusia, yang disebut juga putut atau bajang. Ukiran ini terdapat di sebelah kanan dan kiri dapur keris. Keduanya saling membelakangi, dengan posisi tangan menyembah atau menengadah.

Sebagai tambahan, beberapa keris omyang juga berhiaskan tulisan huruf Jawa, relief pohon beringin, payung dan padi kapas pada bilahnya. Namun ciri tambahan ini tidak selalu ada.

Empu Omyang dipercaya sebagai seorang ahli keris senior yang sangat mumpuni dalam membabar pusaka. Sampai sekitar pertengahan abad kedua puluh, para pemilik keris dapur umyang sengaja mengasapi kerisnya dengan asap kemenyan tiap malam Rabu Pon. Hari dan pasaran ini konon merupakan hari wafatnya sang empu. Namun perlahan-lahan kebiasaan ini telah lama ditinggalkan.

Di lain pihak, ada pula orang yang meyakini bahwa istilah omyang merujuk pada sepasang bajang yang terukir pada keris beserta manfaatnya. Bukan merujuk pada empunya. Karena itulah ada jenis Omyang Jimbe, Omyang Tagih, Omyang Beras, Omyang Panimbal dan Omyang Tombak.

Omyang Jimbe dipercaya mendatangkan kekayaan, melancarkan usaha dan menghalau rintangan hidup. Omyang Panimbal dipercaya mendatangkan rezeki. Omyang Tagih khusus bagi mereka yang ingin menagihkan hutang kepada orang lain. Sedangkan Omyang Beras konon menjadikan beras di tempat penyimpanan tidak pernah habis.

Kedua putut (bajang/ ukiran manusia) pada keris ini terlihat ‘ngomyang’. Artinya sama dengan sibuk, ngomel atau berceloteh secara tidak sadar. Sehingga kemudian kedua putut kembar tersebut dianggap sebagai perewangan yang melancarkan maksud atau tujuan pemilik pusaka.

Memaknai Keris Omyang Jimbe

Jangan salah, keris yang tersohor bertuah magis ini ternyata bernilai filosofis. Keris Omyang bukan sekedar hasil karya seni, tetapi juga alat bahasa dan komunikasi. Keberadaannya memuat tuturan dan muatan yang seringkali terabaikan.

Istilah putut (atau puthut) dalam Bahasa Jawa maknanya adalah murid, santri atau cantrik. Intinya seseorang yang berguru atau menuntut ilmu. Bentuk putut pada keris omyang berasal dari legenda tentang cantrik yang diminta menjaga sebuah pusaka oleh gurunya. Ia terus berjaga sambil berdoa dan memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ingat, memohon kepada Tuhan. Harap garis bawahi keterangan ini. Memohon kepada Tuhan, bukan kepada benda.

Pada dapur keris omyang, bentuk wajah putut yang berada di bagian depan (gandik) nampak menyerupai laki-laki. Sedangkan yang berada di bagian belakang (wadidang) nampak menyerupai perempuan. Ada murid lelaki, ada pula murid perempuan. Sepasang murid ini melambangkan keseimbangan sekaligus perpaduan. Bahwa segala yang ada di dunia ini selalu tercipta berpasangan. Siang dan malam, gelap dan terang, hitam dan putih.

Posisi kedua bajang selalu bersimpuh, menengadahkan tangan dan berdoa. Artinya, sebagai murid harus mau bertirakat dan berpasrah diri dalam mengejar ilmu. Harus bisa menjauhkan dirinya dari sifat sombong. Harus memperluas wawasan, rendah hati, sederhana dan bersedia belajar dari orang lain.

Karakter seperti itulah yang harus dimiliki seseorang bila ingin mencapai tujuan hidupnya.

ayat seribu dinar

Bacaan Paling Dicari: