Kenali Tokoh Pewayangan – Puntadewa (Yudistira)

Puntadewa adalah putra sulung Prabu Pandu Dewanata, raja negara Astina, dengan permaisurinya Dewi Kunti. Ia mempunyai dua orang adik kandung. Masing-masing bernama Bima atau Werkudara, dan Arjuna. Ditambah dua orang adik kembar beda ibu, yakni Nakula dan Sadewa, yang merupakan putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim.

Puntadewa

Adapun Dewi Kunti sendiri adalah putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita, dari negara Mandura. Sedangkan Dewi Madrim merupakan putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka.

Puntadewa (atau kadang ditulis Puntodewo) dikisahkan sebagai titisan Bathara Dharma. Wataknya sabar, ikhlas, percaya atas kekuasaan Tuhan, agamanya tekun, tahu membalas budi, dan selalu bertindak adil serta jujur. Ia juga terkenal pandai bermain catur.

jimat keris semar

Kelahiran Puntadewa

Pada saat kelahiran Puntodewo, Bhatara Dharma datang untuk memberikan restu. Berkait bantuan sang dewa lah, Puntodewo kemudian terlahir melalui ubun-ubun Dewi Kunti. Dalam pagelaran wayang Jawa, nama Puntodewo lebih sering dipakai. Sedangkan nama Yudistira atau Yudhistira baru digunakan setelah ia dewasa dan memimpin sebagai raja.

Puntodewo juga dilukiskan sebagai sosok manusia berdarah putih, yang merupakan kiasan bahwasannya ia adalah seseorang yang berhati suci dan selalu menegakkan kebenaran.

Setelah negara Amarta berhasil dibangun oleh Pandawa di Hutan Mertani, Puntadewa dinobatkan sebagai raja dengan gelar Prabu Dharmakusuma. Ia juga digelari Prabu Yudhistira, dikarenakan tubuhnya manunggal arwah Prabu Yudhistira, raja jin negara Mertani.

Prabu Yudistira menikah dengan Dewi Drupadi, yang merupakan putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati, dari negara Pancala. Mereka memiliki seorang putra bernama Pancawala. Pusaka kerajaan Prabu Yudistira adalah berwujud sebuah payung yang bernama Kyai Tunggul Naga dan sebuah tombak yang dikenal bernama Kyai Kara Welang.

Puntadewa Dalam Perang Bharatayuda

Dalam Perang Bharatayuda, Puntadewa tampil sebagai senopati perang Pandawa, yang berhasil menewaskan Prabu Salya, raja negara Mandaraka. Usai berakhirnya perang tersebut, ia kemudian dinobatkan sebagai raja negara Astina, dengan gelar Prabu Karimaya atau Prabu Kalimataya.

Selanjutnya, setelah menobatkan Parikesit yang merupakan putra Abimanyu dengan Dewi Utari sebagai raja negara Astina yang baru, Prabu Yudistira memimpin perjalanan moksa para Pandawa yang diikuti juga oleh Dewi Drupadi.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :