Kenali: Tedak Siten, Tradisi Turun Tanah

Tedak siten (atau tedhak siten) artinya turun tanah (mudhun lemah). Tradisi ini menandai usia dimana seorang anak sudah saatnya melatih diri untuk berjalan.


Apa Itu Tradisi Tedak Siten

Tedak Siten disebut juga dengan istilah mudhun lemah oleh orang Jawa. Kata ‘tedhak’ artinya mendekat, sedangkan ‘siten’ berasal dari kata siti yang artinya tanah. Tradisi tedhak siten sebenarnya tidak hanya dikenal di Jawa, tetapi juga di beberapa daerah lain.

Seorang anak yang berusia delapan bulanan dianggap sudah waktunya mendekat kepada bumi. Belajar berjalan dan menginjakkan kaki ke tanah sebagai upaya pendekatan terhadap dirinya sendiri, yang merupakan makhluk Tuhan berunsur tanah.

Perlengkapan Upacara Tedak Siten

tradisi-tedak-siten

Perlengkapan atau ubarampe yang diperlukan dalam upacara tedhak siten antara lain:

  • Banyu gege, yaitu air yang disimpan di dalam tempayan atau bokor selama semalam. Kemudian pagi harinya dihangatkan dengan sinar matahari.
  • Ayam panggang dan pisang raja, Kelengkapan ini melambangkan harapan atau doa agar si anak kelak akan hidup sejahtera dan mulia
  • Jadah tujuh warna
  • Tangga yang terbuat dari tebu ireng atau tebu arjuna
  • Kurungan (biasanya berbentuk mirip kurungan ayam) yang diisi berbagai macam benda seperti alat tulis dan mainan berbagai jenis. Ini merupakan lambang atau pertanda masa depan anak.
  • Benang lawe dan udhek-udhek, terdiri dari berbagai macam biji-bijian, uang logam dan beras kuning.

Jalannya Upacara Tedak Siten

  1. Pertama, si anak dimandikan terlebih dulu. Sebab tiap-tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci. Dan kelak ketika meninggalkan dunia pun diharapkan kembali dalam kesuciannya.
  2. Kedua, si anak diarahkan untuk menginjak bubur cethil. Sejenis bubur merah manis dengan bulatan tepung beras. Maknanya adalah bahwa si anak akan mejadi kuat dan kokoh untuk menapaki kehidupan.
  3. Ketiga, menyebarkan uang logam atau yang disebut udhek-udhek beserta beras kuning. Caranya adalah dengan dilemparkan kepada orang-orang yang berkumpul. Hal ini menunjukkan bahwa si anak diharap akan tumbuh dermawan dan memiliki banyak rizki untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
  4. Keempat, si anak memilih barang dari berbagai pilihan yang ada. Pilihannya ini akan memberikan petunjuk mengenai profesi dalam kehidupannya nanti.

Tradisi tedak siten digelar sebagai suatu bentuk doa dan pengharapan baik. Agar si anak tumbuh menjadi sosok yang berguna bagi agama dan negaranya. Juga merupakan simbol terima kasih dari pihak keluarga yang diberikan momongan. Perlengkapan yang dipilih menyimbolkan hubungan antara manusia, Tuhan dan alam, dimana ketiganya berjalan secara harmonis.

batu giok pengasihan

Bacaan Paling Dicari: