Kenali: Keong Buntet atau Kol Buntet

Keong Buntet atau Kol Buntet termasuk benda bertuah yang banyak dicari. Sekalipun jika dilihat dari wujudnya, mungkin tidak semua orang akan mengerti. Mengapa rumah siput yang buntu ini disebut benda pusaka?


Mengenal Keong Buntet

Kata keong dan kul (atau kol) maknanya sama. Merujuk pada hewan lunak sebangsa siput yang bercangkang. Sedangkan kata ‘buntet’ artinya buntu atau tertutup. Adapun yang dimaksud keong buntet adalah sarana spiritual berupa cangkang atau rumah keong yang telah membatu, sehingga cangkang tersebut buntu tertutup fosil.

Sepintas lalu, wujud kol buntet ini memang tidak istimewa. Mirip gelintiran batu saja. Tetapi pamornya di kalangan para pencinta benda bertuah tidak perlu ditanya.

Khasiat keong buntet

khasiat keong buntet atau kol buntetKhasiat keong buntet adalah sebagai pembuntu atau penutup semua masalah. Buntunya cangkang kol buntet mewakili selesainya masalah hidup yang dialami. Termasuk masalah keuangan, karir, rumah tangga, jabatan dan keselamatan.

Batu kol buntet umumnya dicari oleh mereka yang merasa hidupnya kurang tenteram dan sering diliputi persoalan. Bisnis selalu merugi, rumah tangga kerap ribut dan entah mengapa selalu ada orang yang tidak menyukai. Sering juga kul buntet dijadikan pegangan oleh mereka yang kerap bepergian, dengan harapan agar mendapatkan keselamatan selama dalam perjalanan.

Filosofi Keong

Setidaknya, ada tiga hal yang diajarkan oleh siput atau keong. Pertama adalah kesabaran dan kesungguhan. Meski dengan geraknya yang sangat lambat, keong tidak pernah menyerah. Ia tetap menemukan jalan selama ada kemauan.

Kedua adalah kemauan untuk memaafkan serta kesanggupan menghadapi cobaan. Namanya orang hidup, cobaan itu pasti ada. Sebaik-baiknya kita, suatu saat entah mengapa tetap ada saja orang yang terkadang kurang suka.

Siput yang diusik tidak pernah membalas, ia menarik diri. Kemudian begitu bahaya dirasa telah lewat, ia melanjutkan perjalanan hidupnya kembali.

Ketiga, keong mengajarkan pentingnya jati diri. Tidak peduli ada dimana, rumahnya selalu dibawa. Sifatnya ini mengajarkan bahwa orang harus selalu ingat siapa dirinya, dari mana ia berasal. Tidak peduli dimanapun saat ini dia berada.

Sebab ketika jati diri telah hilang, kesombongan lah yang akan datang.

puter giling

Bacaan Paling Dicari: