Kenali: Ilmu Kejawen dan Ajarannya Bag. II

Seperti yang telah dikemukakan dalam artikel sebelumnya yaitu Kenali: Ilmu Kejawen dan Ajarannya Bag. I, Kejawen bukan sebuah agama. Maka kejawen tidak memiliki kitab suci. Ajaran-ajaran kejawen dapat dijaga tanpa mengalami banyak perubahan karena adanya pakem atau aturan yang dijaga ketat.

Keberadaan pakem ini bertujuan untuk membentuk laku utama yang disebut Tata Krama (aturan hidup yang luhur). Sedangkan tata krama sendiri diharapkan dapat membentuk orang Jawa yang hanjawani atau memiliki akhlak terpuji.

Tata krama beserta pakem ajaran Kejawen dapat ditemukan dalam berbagai karya tulis berikut:

  • Kakawin atau Sastra Kuno

kitab kejawen ajaran kejawenKakawin merupakan kitab sastra metrum kuno (lama) yang berisi nasehat atau wejangan. Ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno, dengan Aksara Jawa Kuno pula, ada sejumlah 5 kitab yang menyiratkan kisah perjalanan hidup.

  • Babad

Isi Babad adalah sejarah. Kitab ini menceritakan sejarah nusantara ke dalam 15 kitab yang ditulis dengan menggunakan Aksara Jawa Kuno, dalam Bahasa Jawa Kuno pula. Tetapi ada pula Babad yang ditulis dalam aksara dan Bahasa Jawa.

  • Serat

Serat tergolong dalam jenis sastra baru. Kitab sastra metrum anyar ini berisi wejangan atau nasehat secara tersirat, dalam kisah perjalanan yang tertulis ke dalam lebih dari 82 kitab. Aksara dan Bahasa Jawa paling banyak dipakai untuk menuliskannya, meski ada juga beberapa yang tertulis dalam pegon (tulisan arab, bahasa jawa).

  • Suluk

Berisi tata cara menempuh jalan supranatural, suluk merupakan pegangan dalam membentuk pribadi hanjawani yang luhur dan dapat dipercaya. Terdapat lebih dari 35 kitab yang ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa, serta beberapa juga tertulis menggunakan pegon.

  • Kidungan

Layaknya nyanyian, kidung merupakan sekumpulan doa atau mantra yang dibaca dengan nada serupa. Jumlahnya tujuh kitab, ditulis dalam bahasa dan aksara jawa.

  • Primbon

ajaran kejawen kitab kejawenPrimbon banyak diartikan sebagai kitab yang isinya merupakan ramalan. Tetapi pada dasarnya, primbon merupakan kitab untuk membaca gelagat alam semesta. Kurang lebih membaca isyarat ilahiah dengan tujuan untuk memperkirakan suatu kejadian. Bukan untuk mendahului Tuhan, karena jelas Tuhan tidak dapat didahului. Tetapi untuk mengambil langkah bijak guna menghindari hal-hal yang kurang diinginkan. Primbon ditulis dalam bahasa dan aksara jawa.

  • Piwulang Kautaman

Merupakan ajaran utama, Piwulang Kautaman adalah kitab yang terdiri dari pituduh atau perintah dan wewaler atau larangan. Tujuannya jelas adalah untuk membentuk pribadi yang hanjawani. Piwulang Kautaman ditulis dalam Bahasa dan Aksara Jawa.


Baca Juga :


Naskah-naskah kejawen secara keseluruhan mencakup sendi-sendi kehidupan orang Jawa. Dari kelahiran sampai kematian, dari resep makanan tradisional sampai asmaragama. Ada juga ribuan naskah lain yang menyiratkan berbagai ajaran Kejawen dalam bentuk nasehat, falsafah, kaweruh (pengetahuan) dan lain sebagainya.

Kejawen memiliki banyak aliran, dengan penekanan ajaran yang tidak persis sama. Namun pada dasarnya tetap memprioritaskan pada bagaimana cara mencapai keseimbangan hidup, tanpa melarang anggotanya untuk memeluk agama apapun.

susuk samber lilin

Bacaan Paling Dicari: