Kenali: 8 Peninggalan Kerajaan Demak

Ada beberapa peninggalan Kerajaan Demak yang masih terpelihara sampai hari ini. Berikut adalah peninggalan-peninggalan tersebut.


Mengenal Peninggalan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak memegang peranan penting dalam upaya penyebaran Islam. Sebelum muncul sebagai sebuah kerajaan Islam, Demak hanyalah kadipaten kecil yang berada di dalam tubuh Majapahit.

Majapahit runtuh seiring menguatnya pengaruh Islam di Jawa. Sehingga Demak kemudian berkembang menjadi sebuah kerajaan besar. Sebagai bukti eksistensinya, berikut adalah delapan peninggalan yang masih bisa dinikmati masyarakat sampai sekarang.

  1. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak Peninggalan Kerajaan Demak

Masjid kebesaran ini dibangun pada abad kelima belas, tepatnya di tahun 1479. Sampai saat ini masih kokoh berdiri, meski sudah berulang kali direnovasi. Letaknya berada di Desa Kauman, Demak, Jawa Tengah.

  1. Pintu Bledek

Pintu Bledek Peninggalan Kerajaan Demak

Kata ‘bledek’ artinya petir, bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Pintu Bledek artinya Pintu Petir. Adalah Ki Ageng Sela yang membuat pintu ini pada tahun 1466, dan kemudian dijadikan pintu utama Masjid Agung Demak.

Konon, pintu ini disebut Pintu Bledek karena Ki Ageng Sela membuat pintu tersebut dari petir yang menyambar. Sekarang, Pintu Bledek sudah tidak digunakan lagi sebagai pintu masjid. Namun dimuseumkan karena usianya yang sudah tua dan mulai lapuk.

  1. Saka Tatal & Saka Guru

Saka Guru Peninggalan Kerajaan Demak

Bergaris melintang sekitar satu meter, Saka Guru adalah tiang penyangga kokohnya bangunan Masjid Demak. Jumlahnya ada 4 buah, dan menurut cerita turun-temurun, keempat-empatnya dibuat oleh Sunan Kalijaga.

Kanjeng Sunan memang diperintahkan untuk membuat semua tiang. Tetapi saat itu masjid sudah siap berdiri ketika tiang yang dibuat baru berjumlah tiga. Dengan terpaksa beliau menyambungkan semua tatal (potongan sisa-sisa kayu) dari pembuatan tiga tiang sebelumnya. Lalu dengan kekuatan spiritual yang Sunan Kalijaga miliki, pecahan-pecahan sisa kayu tersebut diubah menjadi Saka Tatal dan berfungsi sebagai Saka Guru yang keempat.

  1. Bedhug & Kenthongan

Bedhug dan Kentongan Peninggalan Kerajaan Demak

Bedhug dan kenthongan yang terdapat di Masjid Agung Demak juga memiliki nilai sejarahnya sendiri. Keduanya telah digunakan sebagai pemanggil sholat bagi warga sekitar masjid sejak masa silam. Kenthongan ini berbentuk menyerupai tapal kuda. Nilai moralnya, begitu kenthongan dipukul maka baiknya warga harus segera melaksanakan sholat. Secepat orang naik kuda.

  1. Situs Kolam Wudhu

Situs Kolam Wudhu Peninggalan Kerajaan Demak

Situs Kolam Wudhu dibangun berbarengan dengan pembangunan Masjid Agung Demak. Pada jaman dulu bangunan ini digunakan sebagai tempat mensucikan diri bagi para santri atau musyafir yang mampir beribadah. Saat ini sendiri sudah tidak digunakan lagi untuk bersuci, tetapi hanya dilihat sebagai peninggalan sejarah.

  1. Maksurah

Maksurah Peninggalan Kerajaan Demak

Merupakan dinding berukir kaligrafi Arab yang dibuat sekitar tahun 1866. Tepatnya pada masa kepemimpinan Arya Purbaningrat sebagai Adipati Demak. Isi kaligrafi ini sendiri bermakna tentang keesaan Tuhan.

  1. Dampar Kencana

Dampar Kencana Peninggalan Kerajaan Demak

Dampar Kencana adalah singgasana para sultan yang kemudian beralih fungsi menjadi mimbar khotbah. Sampai saat ini kondisinya masih terawat rapi di ruang penyimpanan Masjid Agung Demak.

  1. Piring Campa

Piring Campa Peninggalan Kerajaan Demak

Piring ini merupakan pemberian dari seorang Putri Campa yang tak lain adalah ibunda Raden Patah. Jumlahnya ada 65 buah. Sebagian dipasang sebagai hiasan dinding, sebagian dipasang di tempat imam.

Itulah kedelapan peninggalan Kerajaan Demak yang masih lestari hingga hari ini.

bulu perindu sukma