Katuranggan – 5 Ciri-Ciri Pria Jawa yang Sempurna

Katuranggan merupakan ilmu yang dipakai untuk menentukan watak. Penentuan ini didasarkan pada ciri fisik, baik itu ciri fisik burung, kuda atau wanita. Seputar ciri-ciri perempuan yang baik, misalnya, bisa Anda baca dalam artikel Katuranggan – Ciri-Ciri Wanita yang Baik Diperistri.

Lalu, bagaimana dengan katuranggan pria? Seperti apa ciri-ciri pria yang baik dan sempurna menurut tradisi Jawa?

Kenali Katuranggan Pria Jawa

Sebenarnya katuranggan pria bisa dikatakan tidak ada. Tetapi meski demikian, orang Jawa tetap punya patokan untuk menilai kualitas seorang titisan Adam. Patokan tersebut berjumlah lima, yakni Wisma, Wanita, Turangga, Kukila dan Curiga.

  1. Wisma

Wisma adalah tempat tinggal. Maknanya, seorang lelaki dapat dikatakan mapan bila sudah memiliki rumah untuk ditempati.

  1. Wanita

Poin kedua adalah Wanita, atau terkadang disebut juga Garwa. Istilah garwa sendiri bermakna ‘istri’, sehingga bisa dibilang bahwa pria yang telah dewasa sudah selayaknya memiliki pendamping hidup.

  1. Turangga

Turangga bermakna kuda. Tetapi yang dimaksud dalam hal ini adalah tunggangan. Kalau di jaman sekarang, persamaannya adalah alat tranportasi. Baik itu mobil atau motor yang dapat dipakai bepergian.

  1. Kukila

Kukila artinya burung. Jaman dulu, pria yang sudah mapan pasti punya burung peliharaan. Entah itu kutilang, kepodang, jalak, kakatua atau bahkan merak.

Bila diartikan dalam pandangan jaman sekarang, kukila adalah hobi. Semacam kesenangan yang ditekuni di waktu senggang. Memang, sampai sekarang pun masih banyak lelaki yang memelihara burung. Tetapi sebagian lainnya lebih memilih untuk memelihara anjing, kucing, ikan, bahkan ular.

Kalaupun tidak memiliki peliharaan, hobi olahraga pun dapat diikutkan dalam kategori ini. Misalnya bermain golf.

  1. Curiga

Curiga (dibaca curigo) secara bahasa bermakna keris. Tetapi tentu saja, di masa kini tidak ada lagi laki-laki yang kolar-kilir dengan keris terselip di pinggang. Terlebih lagi, ‘keris’ yang dimaksud dalam poin kelima ini bukanlah keris dalam maknanya sebagai senjata, melainkan piandel. Alias sesuatu yang bisa diandalkan.

Nah, dengan begitu maksud yang paling masuk akal adalah keterampilan. Keahlian yang bisa diandalkan sebagai modal menjalani hidup. Termasuk kemampuan mengajar (guru), mendiagnosa penyakit (dokter), dan lain sebagainya. Itulah yang dimaksud dengan memiliki pegangan.

ayat seribu dinar

Bacaan Paling Dicari: