Filosofi Lesung, Lumpang dan Alu

Lesung, lumpang dan alu. Tiga peralatan tradisional ini mungkin sudah jarang Anda jumpai. Patut disayangkan, mengingat ketiga benda ini melambangkan filosofi atau pengharapan atas kesejahteraan hidup yang patut kita ketahui.


Apa Itu Lesung, Lumpang dan Alu?

Sebelum mesin modern ditemukan, lesung beserta lumpang dan alu dipakai untuk mengolah hasil pertanian dan pangan. Termasuk padi, ketela, jagung, gaplek dan bahan jamu. Ketiga alat tersebut dibuat dari bahan kayu utuh yang dibentuk sesuai kebutuhan. Atau khusus lumpang, bisa dibuat dari pahatan batu.

Disebut lesung adalah alat dasaran penumbuk padi. Ukurannya besar, berbentuk balok persegi panjang yang bagian tengahnya dicekungi cukup dalam. Pasangan lesung adalah alu, semacam tongkat kayu besar yang dipakai untuk menumbuk.

lesung-simbol-kesejahteraan-rakyat

Lesung berbeda dengan lumpang. Lesung berukuran besar, digunakannya membutuhkan tenaga banyak orang. Sedangkan lumpang berukuran lebih kecil dan cenderung bulat. Serta lebih sering digunakan menumbuk jamu, jagung atau ketela dibanding menumbuk padi.

Baik lesung, lumpang maupun alu dibuat dari bahan kayu utuh. Bisa kayu jati, kayu nangka, sono keling atau glugu. Semakin bagus bahannya, semakin mahal pula harganya.

Namun sayang, makin hari orang makin enggan memproduksi lesung dan kawan-kawan. Sebab bahan kayu utuh tersebut akan lebih berharga tinggi bila dijadikan furnitur. Entah itu meja, kursi atau pintu rumah. Sehingga lama kelamaan orang lebih pilih menggunakan jasa penggilingan padi yang menggunakan mesin modern.

Padahal ada unsur kebersamaan dalam lesung. Wujudnya yang besar dan digunakan secara manual membuat orang cenderung menumbuk padi bersama-sama. Berkumpullah mereka, bersosialisasi dan bercengkerama. Tidak seperti sekarang, tidak ada nilai kebersamaan dalam sepiring nasi yang kita hidangkan.

Antara Lumpang Alu dan Lingga Yoni

lumpang-alu-filosofi-kesuburan-dan-kesejahteraanLumpang beserta alu bentuknya diambil dari bentuk lingga dan yoni. Lingga menyimbolkan kelamin pria, sedangkan yoni menyimbolkan kelamin wanita. Lingga itu jantan, bahkan dalam Bahasa Sansekerta istilah ‘purusa lingga’ diartikan sebagai zakar. Sementara yoni bermakna perempuan, dan diartikan sebagai kekuatan gaib yang memiliki daya tarik tiada dua.

Karena itulah baik lingga maupun yoni (sebagaimana lumpang dan alu) dipercaya sebagai simbol kesuburan manusia. Serta mengingat lumpang alu yang difungsikan sebagai pengolah pangan, kedua alat ini dianggap mewakili doa kesejahteraan hidup.

batu giok pengasihan

Bacaan Paling Dicari: