Anakku Sayang, Anakku Jangan Sampai Malang

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar atau bahkan mengalami sendiri contoh kasus berikut ini. Ada seorang anak yang sering sakit-sakitan. Karena seringnya si anak ini jatuh sakit, badannya sampai kurus dan mukanya pucat. Prestasi belajarnya pun tidak seberapa. Maklum, bagaimana bisa berprestasi kalau kondisi fisiknya hampir tidak pernah bugar?

Oleh kedua orang tuanya (barangkali dengan dorongan sejumlah orang sekitar juga), nama si anak ini kemudian diganti. Secara tradisional, banyak orang percaya bahwa nama yang terlalu ‘panjang’ dan ‘berat’ akan membuat si anak tidak sanggup memikulnya sampai dewasa. Karena itu sewaktu mengganti nama, biasanya dipilih nama baru yang lebih ringkas dan mudah diingat. Serta dimasukkan sedikit unsur yang mirip dengan tanggal atau hari kelahiran anak tersebut. Misalnya, jika si anak tadi lahir di hari Rabu maka nama barunya bisa jadi Rahma atau Ratna.

Nah, yang ajaib dalam kasus ini adalah, sejak namanya diganti anak tersebut memang tidak pernah sakit-sakitan lagi. Badannya sekarang gemuk, air mukanya cerah dan segar. Ia juga semakin rajin beraktivitas fisik, bermain dengan anak-anak sebayanya dan prestasi belajar juga tiba-tiba meningkat drastis.

Dari satu contoh kasus ini saja kita dapat menarik kesimpulan bahwa nama itu penting. Nama adalah identitas, nama adalah salah satu hal yang paling diingat orang lain tentang diri kita. Karena itu memilih nama tidak semestinya dilakukan secara sembarangan.


“What’s in a name? That which we call a rose. By any other name would smell as sweet.”

William Shakespeare – Romeo and Juliet (II, ii, 1-2)


Urusan nama sering disepelekan oleh mereka yang mengaku romantis. Katanya, ‘Apalah arti sebuah nama? Bunga mawar disebut dengan nama apapun akan tetap berbau wangi.’ Baru mendengar dua baris kalimat manis ini saja, mereka langsung lupa bahwa Romeo dan Juliet sama-sama meninggal dunia di akhir cerita.

Memilih Nama Anak dengan Fengshui Nusantara

Fengshui Nusantara yang telah disesuaikan dengan karakteristik geografis tanah air tidak hanya dapat digunakan sebagai pedoman menata bangunan saja, tetapi juga dapat digunakan untuk menentukan nama bagi buah hati Anda (fengshui nama). Tujuannya adalah agar nama yang membawa keberuntungan ini dapat membuka jalan kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih lebar bagi anak tersebut.

Dalam memilih atau menentukan nama berdasarkan Fengshui Nusantara, secara garis besar ada dua hal yang perlu diperhatikan. Dua hal tersebut adalah arti nama dan unsur kelahiran si anak itu sendiri.

Arti nama

Nama yang baik harus memiliki arti yang baik pula, karena ada doa di dalam setiap nama. Seberapapun panjangnya nama yang Anda inginkan, dari bahasa manapun nama tersebut Anda peroleh, pastikan artinya baik dan membawa kebaikan.

Di jaman sekarang ini, ada banyak orang tua yang ketika memilih nama hanya sekedar mencari unik saja. Asal bunyinya kedengaran enak dan bagus di telinga, sisanya mereka kurang peduli. Sebagai contoh saja, pernah ada pasangan muda yang datang untuk menanyakan tentang peruntungan nama putri mereka. Anak perempuan yang baru berumur sekitar tiga bulan tersebut diberi nama Sarparatu Anjani.

Demi Tuhan, tidak adakah satupun orang yang memberitahu pasangan tersebut bahwa Sarpa secara bahasa berarti ‘ular’ dan Anjani adalah nama putri yang karena kesalahannya dikutuk menjadi kera?

Agar Anda tidak melakukan kesalahan yang serupa dengan pasangan muda tersebut, terlebih dulu renungkan apa yang menjadi pengharapan Anda terhadap buah hati tercinta. Misalnya bila Anda ingin bayi perempuan Anda tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita, pilihlah nama yang mengandung makna ‘cantik’, seperti Ayu, Arabella, Calista, Sephora, Adonia, Ishtar, Tiphara, Kirei atau Ingrid. Karena artinya yang mengandung pengharapan baik, sebagian kata bermakna ‘cantik’ tersebut sampai menjadi merek kosmetik atau pusat kecantikan ternama.

Unsur kelahiran

Unsur kelahiran masing-masing orang tidak sama, dan untuk menentukannya diperlukan tanggal lahir si jabang bayi. Dari tanggal lahir ini akan nampak peruntungan buah hati Anda lewat perhitungan keseimbangan lima unsur (logam, air, kayu, api dan tanah). Bila dalam perhitungan tersebut ditemukan bahwa buah hati Anda memiliki unsur logam, kayu, api dan tanah yang kuat namun unsur airnya lemah, maka ia perlu diberi nama yang mengandung unsur air. Contoh nama yang mengandung unsur air adalah Tirta atau Ilma.

Unsur logam menandakan pendirian yang teguh, sifat keras serta ambisi dan kemauan yang tinggi. Unsur air membawa kemampuan baik dalam berkomunikasi dan membangun ide, sementara unsur kayu menandakan kebaikan moral, kreatifitas dan rasa percaya diri yang besar. Unsur api memiliki bakat kepemimpinan yang sangat baik serta pandai mengambil keputusan. Sedangkan satu unsur yang terakhir yaitu tanah menandakan kemampuan untuk membuat tujuan yang jelas tanpa terpaku pada khayalan semata.

Tidak semata-mata bergantung pada keberadaan lima unsur, masih ada hal lain yang perlu diperhatikan. Kelima unsur yang ada tersebut tidak boleh bertabrakan antara satu dengan yang lain. Melainkan justru harus saling mengisi. Bila sampai ada unsur yang bertabrakan, maka anak harus diberi nama yang bisa menetralkan tabrakan unsur tersebut. Jika tidak, maka besar kemungkinan garis kehidupan anak tersebut juga akan mengalami bentrokan atau ketidaklancaran dalam hidupnya.

Fengshui pada dasarnya merupakan ilmu topografi kuno yang menekankan pada keseimbangan unsur alam. Sehingga dalam menentukan nama, baik nama anak maupun nama institusi atau perusahaan juga diperlukan keseimbangan. Dari keseimbangan inilah keberuntungan, kebaikan dan kemudahan dalam hidup dapat diraih melalui fengshui nama.

jimat keris semar

Bacaan Paling Dicari: