Cara Buang Sial Dengan Metode Kejawen

Cara buang sial dengan metode kejawen adalah lewat prosesi ruwatan. Ruwat artinya lepas. Sehingga ruwatan dapat disebut sebagai seperangkat lelaku yang bertujuan untuk melepaskan kesialan dan nasib buruk dari badan.


Pengertian Ruwatan Sebagai Cara Buang Sial

Selain bermakna ‘melepaskan kesialan’, istilah ruwatan juga dapat dikenali dari kata ‘ngaruati’. Artinya menjaga dari kecelakaan. Prosesi ruwatan atau buang sial biasanya dilaksanakan apabila:

  • Ada anak yang sering jatuh sakit
  • Anak tunggal tanpa saudara
  • Sering kena sial
  • Jauh jodoh
  • Seret rejeki, dan sebab-sebab lainnya.

Cara Buang Sial Lewat Potong Rambut

cara buang sial lewat ruwatan jawaPada umumnya, ruwatan sengkala dilakukan lewat pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala. Si bocah atau orang yang melakoni buang sial dipotong rambutnya untuk membuang kesialan. Jaman sekarang pagelaran wayang ini sudah cukup jarang dilakukan, karena memang dianggap sangat sakral dan berbiaya besar.

Bila ruwatan dilakukan untuk membuang sial dari badan seseorang secara khusus, ritualnya dilakukan siang hari. Sedangkan bila dilakukan untuk meruwat suatu tempat, ruwatan dilakukan malam  hari.

Mengapa Harus Ruwatan Sebagai Cara Buang Sial?

Sampai sekarang, masyarakat Jawa masih mengikuti tradisi buang sial atau tradisi ruwatan sebagai sarana pembebasan dan penyucian dosa. Karena bila tidak dibersihkan, maka sisa-sisa kesalahan tersebut akan membawa kesialan dalam hidupnya.

Lakon Murwakala dipilih karena memang bercerita tentang pensucian para dewa. Mereka yang ternoda disucikan kembali secara batin agar lebih mudah menjalani hidupnya.

Orang-orang yang perlu melakoni ruwatan adalah orang sukerto. Sedangkan sukerto sendiri adalah istilah untuk menyebut mereka yang merupakan mangsa Bathara Kala. Tokoh pemakan manusia ini diceritakan sebagai anak Bathara Guru yang terlahir karena gagal mengendalikan nafsu.

Ketika si anak yang berwujud raksasa meminta makan pada ayahnya, Bathara Kala diperintahkan untuk hanya memakan manusia yang masuk golongan sukerto. Itulah mengapa orang-orang yang termasuk golongan sukerto sangat disarankan untuk melakukan ruwatan. Agar tidak menjadi mangsa Bathara Kala, yang namanya berarti kesialan atau nasib buruk.

Ruwatan Praktis Tanpa Ritual – Baca Selengkapnya  

jimat pelarisan

Bacaan Paling Dicari: