Cantiknya Selir Raja, Tak Secantik Kisah Hidupnya

Jaman dulu, diangkat jadi selir raja itu dianggap menaikkan derajat. Makanya orang tidak keberatan mengirim putri mereka yang masih berumur sepuluh sampai dua belas tahun ke istana. Dengan dalih mengabdi, misalnya dengan dijadikan penari.


Tetapi perlu Anda tahu, bahwa tidak semua selir tersebut hidupnya berakhir bahagia.

Kisah Selir Raja Amangkurat I

kisah-tragis-selir-raja-jawaKisah seputar hidup para selir raja Jawa tidak akan lepas dari nama Amangkurat I. Raja Mataram ini memerintah antara tahun 1646 hingga 1677 Masehi, dan konon memiliki sejumlah kisah tragis dengan beberapa selirnya.

Salah satu kisah yang paling terkenal adalah perseteruannya dengan Adipati Anom dan Roro Oyi.

Cerita ini bermula ketika Amangkurat I mendapatkan wangsit berupa mimpi. Dalam mimpi tersebut ia menemukan seorang perempuan di daerah timur, dekat dengan sumber air berbau wangi.

Amangkurat I kemudian mengutus bawahan untuk mencari perempuan dalam mimpinya tersebut. Para utusan raja diperintahkan berjalan ke arah timur, hingga menjumpai sebuah telaga. Di daerah tersebut lah mereka menemukan Roro Oyi, yang sesuai dengan penggambaran mimpi Raja Amangkurat. Gadis belia ini kemudian dibawa ke istana.

Namun karena saat itu Roro Oyi masih belum akil balig, ia tidak bisa segera diambil sebagai selir. Amangkurat I menitipkannya kepada utusan agar dijaga dan dirawat sampai mendapatkan menstruasi pertama. Barulah kemudian Roro Oyi dapat dibawa kembali ke istana.

Adipati Anom dan Roro Oyi

Amangkurat I memiliki putra bernama Raden Mas Rahmat, yang diberi gelar Adipati Anom karena statusnya sebagai putra mahkota. Calon penerus tahta. Suatu ketika Raden Mas Rahmat melihat Roro Oyi yang sedang membatik dan jatuh hati. Diberitahu bahwa si gadis sudah milik ayahnya, sang putra mahkota tetap tidak peduli.

Memang benar bahwa di titik itupun hubungan Raden Mas Rahmat dan Amangkurat I sudah tidak begitu baik. Mengingat ada selentingan bahwa Amangkurat I berniat memindahkan gelar Adipati Anom kepada Pangeran Singasari, putranya yang lain.

Hubungan yang tidak baik ini semakin memburuk ketika Raden Mas Rahmat nekad meminang Roro Oyi. Ia meminta bantuan Pangeran Pekik, kakek dari pihak ibunya. Dengan bantuan Pangeran Pekik itulah Raden Mas Rahmat berhasil menikahi Roro Oyi.

Antara Tahta dan Wanita

Singkat cerita, Amangkurat I murka. Ia memanggil Pangeran Pekik, Adipati Anom dan Roro Oyi untuk menghadap. Diancamnya sang putra mahkota, dengan menyuruh anaknya itu memilih antara tahta dan wanita. Ingin tetap menjadi penerus raja, atau ingin memiliki Roro Oyi saja.

Syaratnya, jika Raden Mas Rahmat memilih tahta, maka ia harus membunuh Roro Oyi saat itu juga.

Perlu dicatat, bahwa jawaban dan pilihan Raden Mas Rahmat tidaklah seperti yang mungkin pernah Anda baca dalam buku cerita. Ia tidak memilih cinta. Karena mungkin ketertarikannya pada Roro Oyi hanyalah nafsu belaka. Ia memilih tahta, memilih statusnya sebagai putra mahkota.

Maka seketika itu juga Roro Oyi ditikam dengan keris. Sedangkan Pangeran Pekik dihukum gantung di alun-alun keraton.

Tragis, bukan? Di dunia ini memang hampir tidak ada perempuan yang tidak ingin terlahir cantik. Tetapi berwajah cantik dan diperebutkan tidak lantas berarti bahwa nasibnya akan baik.

batu kecubung

Bacaan Paling Dicari: