Batu Giok, Rahasia Kuno Membuka Pancaran Aura

.

Aura adalah medan energi tak kasat mata yang menyelubungi tubuh manusia.

Sejak lahir, setiap manusia sesungguhnya telah memiliki pancaran aura mereka masing-masing. Tetapi karena satu dan lain hal yang seringkali tidak kita sadari, pancaran Aura melemah. Atau bahkan tertutup sama sekali oleh selubung energi negatif. Tertutupnya pancaran Aura inilah yang kemudian menyebabkan nasib buruk dan kesialan di berbagai bidang kehidupan.


 

ilustrasi auraSalah seorang klien yang berkonsultasi tentang jodoh dan karir pernah bertanya, mengapa saya paling sering menggunakan Batu Giok sebagai sarana memancarkan Aura? Padahal sepengetahuannya, Batu Giok lebih banyak dipakai sebagai jimat keberuntungan atau media penyembuhan.

Waktu itu saya katakan, bahwa Batu Giok bukan sekedar jimat keberuntungan. Selama tak kurang dari 6000 (enam ribu) tahun, Batu Giok telah digunakan sebagai sarana spiritual pembuka pancaran Aura. Meskipun memang, istilah yang digunakan tidak demikian. Selama ini Batu Giok hanya disebut sebagai pembawa keberuntungan atau pelancar aliran darah yang berguna bagi kesehatan.


Giok merupakan lambang persatuan antara surga dan bumi, menjadi penghubung antara seorang manusia dengan mimpi dan keinginan yang ingin dicapainya.”

– Dewi Sundari


Mengapa Batu Giok disebut membawa keberuntungan? Karena energinya mampu menetralisir energi negatif yang menyebabkan datangnya kesialan atau nasib buruk. Begitu energi negatif ini dinetralisir, maka secara otomatis pancaran Aura seseorang kembali menguat. Sehingga banyak keberuntungan dan hal baik datang padanya. Baik itu keberuntungan di bidang karir, percintaan, rumah tangga maupun kesehatan.

Seiring dengan berjalannya waktu, makin banyak orang yang memiliki Batu Giok. Tetapi nyatanya toh tidak semua orang tersebut lantas mendapatkan keberuntungan yang ia inginkan. Hal ini memang bisa saja terjadi. Untuk memahami alasannya, maka kita bisa mengumpamakan Batu Giok sebagai sebuah gelas.

segelas air aura giokDi satu sisi, ada sebuah gelas. Di sisi lain, ada orang yang merasa kehausan.

Gelas yang kita bicarakan ini tidak hanya cantik, tetapi juga berkualitas paling baik. Sayangnya tidak ada setetes pun air di dalam gelas tersebut. Lalu bagaimana caranya gelas cantik ini dapat membantu orang yang kehausan tadi?

Demikian halnya dengan Batu Giok. Kelebihan Batu Giok terletak pada kandungan energi murni di dalamnya. Tanpa energi murni tersebut, Batu Giok tetaplah sebongkah batu. Karena itulah dapat saya katakan bahwa yang terpenting sebenarnya bukanlah ‘apa batunya’ melainkan ‘seperti apa energinya’.


“A Jade stone is useless before it is processed; a man is good-for-nothing until he is educated.”

–          Chinese Proverb

(“Batu Giok tidak berguna sebelum diolah, sebagaimana seorang manusia juga tidak berguna bila ia tidak berpendidikan.”

–          Peribahasa Cina)


Berarti tidak harus Batu Giok! Batu apapun bisa dijadikan sarana keberuntungan dan pembuka Aura, asalkan diisi dengan energi yang tepat. Ibaratnya kita ingin minum, tidak harus dengan gelas. Asalkan ada wadah untuk menampung air maka bereslah sudah.

Kurang lebih memang begitu, yang penting bisa menampung air. Tetapi Anda tidak mungkin minum dari sebuah drum minyak, bukan? Sekalipun isinya air. Agar air tidak meluber kemana-mana, baiknya kita minum memang tetap dengan gelas sebagai media. Soal gelas itu terbuat dari kaca, bambu, tempurung kelapa atau kristal, semuanya tergantung kebutuhan dan keinginan kita.

Batu Giok memang secara alami diberkahi dengan energi murni tingkat tinggi. Tetapi sesungguhnya energi murni tersebut dapat diolah dan disempurnakan sedemikian rupa, kemudian dialirkan ke dalam berbagai jenis batuan lainnya. Energi hasil olahan Batu Giok, atau yang kemudian saya sebut sebagai Energi Giok Murni, secara otomatis akan memperkuat energi metafisik yang terkandung di dalam batuan tadi.

Sebagai contoh, Energi Giok Murni bisa saja digabungkan dengan batu kecubung (amethyst) untuk menjadikan batu tersebut sarana pengasihan dan daya tarik. Atau digabungkan dengan biduri sepah (tiger’s eye) untuk mendapatkan sarana kesehatan dan perlindungan diri.

.

bulu perindu sukma

Bacaan Paling Dicari: