Apa Itu Wahyu Keprabon?

Istilah Wahyu Keprabon cukup sering mengemuka. Terutama bila masa pemilihan umum sudah tiba. Sebenarnya, apa itu Wahyu Keprabon?


Mengenal Wahyu Keprabon

Pada dasarnya, Wahyu Keprabon adalah restu gaib dari para leluhur dan alam semesta. Semacam kepercayaan yang diberikan untuk memangku suatu bangsa. Mereka yang menerima wahyu keprabon inilah, yang kemudian diyakini layak menjadi pemimpin.

Jaman dulu, wahyu keprabon (atau wahyu mahkota rama) hanya menurun pada keturunan raja. Tujuannya adalah untuk meneruskan tampuk kekuasaan dan kepemimpinan, agar pemerintahan tetap berjalan dan kerajaan tidak kehilangan penguasa.

Konon ceritanya bila ada raja yang hendak mangkat atau meninggal dunia, wahyu akan muncul. Kemunculannya ini berupa kilatan cahaya yang melesat ke arah sosok tertentu. Sosok keturunan raja inilah yang kemudian terpilih untuk menggantikan sebagai pemimpin.

Masyarakat kala itu meyakini, bahwa mereka yang menerima wahyu keprabon adalah pemimpin sejati. Pemimpin sekaligus satria terpilih yang akan membawa rakyat pada kehidupan adil nan sejahtera. Sandang pangan tercukupi, demikian halnya dengan papan dan keselamatan umum.

Kondisi alam pun akan membaik. Bencana akan menjauh, karena alam semesta telah memberikan restu terhadap tampuk kepemimpinan raja baru.

Ciri-Ciri Satria Terpilih Wahyu Keprabon

Sang ksatria terpilih haruslah sosok yang dekat kepada Tuhan. Ia mampu mengenali junjungannya, sebaik ia mengenal dirinya sendiri. Mampu belajar dari pengalaman dan menguasai banyak keilmuan.

Ia juga berkawan dengan semesta. Sehingga konon bisa membaca petunjuk alam lewat gejala-gejala yang halus. Winasis dan waskita, istilahnya. Atau weruh sak durunge winarah, alias mampu mengetahui sebelum diberi tahu.

Pemimpin yang terpilih juga dekat dengan leluhur. Menghomati mereka, serta mematuhi nasehat yang ditinggalkan leluhur di masa lampau. Jadi ia tidak sekedar membaca sejarah menurut apa yang dituliskan saja. Tetapi juga memahami seperti apa duduk perkara sebenarnya.

Catatan Leluhur Tentang Wahyu Keprabon

Berdasarkan tuturan leluhur, wahyu keprabon yang terakhir akan jatuh pada Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu. Ia tak berbusana putih, melainkan berbaju hitam dengan sarung tua yang tersampir. Awalnya ia banyak dianggap tidak layak, karena terlahir dari kalangan rakyat biasa. Namun ternyata ia mampu mengatasi segala keruwetan yang mengacaukan negara.

Sang ksatria ini berjenis kelamin laki-laki. Namun pada kemunculannya ia akan didampingi wanita tangguh. Entah ibunya, istrinya, saudarinya, atau pemomongnya. Mereka lah yang kelak bekerja sama dalam memimpin dan membangun perbaikan bagi bangsa.

Pertanyaannya sekarang, apakah pemimpin sejati ini benar ada? Atau hanya suatu bentuk pengharapan semata?

batu kecubung

Bacaan Paling Dicari: