Angling Dharma dan Aji Belibis Putih

Angling Dharma atau Prabu Angling Darma dikisahkan sebagai Raja Malawapati. Selain dikenal sakti mandraguna, Angling Darma juga konon mampu bercakap dengan segala jenis binatang. Sang prabu juga menguasai ilmu pengasihan ampuh yang disebut Aji Belibis Putih.


Siapa Prabu Angling Dharma

Angling Dharma memulai perjalanan hidupnya sebagai murid Begawan Maniksutra. Dari sang begawan, Angling Darma mempelajari berbagai keilmuan. Sampai kemudian ia cukup kuat untuk mendirikan kerajaan yang dinamainya Malawapati.

Selain ilmu yang dipelajarinya dari Begawan Maniksutra, Angling Dharma juga mewarisi Aji Gineng dari Nagaraja. Dengan ajian ini maka Angling Darma diceritakan mampu berbicara dengan segala jenis hewan maupun binatang.

Legenda Angling Dharma

sejarah prabu angling dharmaBegawan Maniksutra memiliki seorang putri bernama Dewi Setyawati, yang digandrungi oleh Angling Darma ketika itu. Dewi Setyawati berhasil dipersunting setelah Angling Darma mengalahkan kakaknya, Batik Madrim. Selama Angling Darma memimpin di Kerajaan Malawapati, Batik Madrim ditempatkan sebagai patih.

Kehidupan rumah tangga Angling Darma dan Dewi Setyawati ternyata tidak berlangsung lama. Setyawati merasa tidak lagi dihargai setelah Angling Dharma menolak berterus terang seputar rahasia Aji Gineng yang ia kuasai. Ia pun meminta untuk melakoni upacara bakar diri.

Tetapi pada detik-detik terakhir, Angling Darma sadar bahwa menemani Setyawati mati bukanlah keputusan yang tepat bagi siapapun.

Sepeninggal sang istri, Angling Darma kemudian dihukum buang. Hukuman ini merupakan penebus dosa karena telah melanggar janji sehidup semati dengan Setyawati. Selama menjalani hukuman, Angling Darma  menitipkan Malawapati kepada Batik Madrim.

Aji Belibis Putih Angling Dharma

Dalam perjalanannya, Angling Darma bertemu dengan tiga orang putri cantik yang masing-masing bernama Widata, Widati dan Widaningsih. Namun ternyata ketiga putri cantik tersebut tak lebih dari tiga penyihir yang memangsa manusia.

Ketika Angling Darma berselisih perihal kebiasaan tiga penyihir tersebut, ia dikutuk menjadi seekor burung belibis putih. Dalam wujud belibis putih ini Angling Darma terbang hingga ke Kerajaan Bojanagara.

Meski berwujud belibis putih, nyatanya Angling Darma tetap berhasil menggaet hati Ambarawati, putri Raja Darmawangsa. Karena itulah ilmu pengasihan yang dikuasai Angling Darma tersebut disebut Aji Belibis Putih.

Ambarawati akhirnya dipersunting oleh Angling Darma. Ia diboyong pulang ke Malawapati setelah Batik Madrim datang mengabarkan bahwa masa hukuman Angling Dharma telah selesai. Dari putri Raja Darmawangsa tersebut Angling Darma mendapatkan seorang putra yang diberi nama Angling Kusuma.

puter giling

Bacaan Paling Dicari: