Ajian Asmaragama – Resep Keperkasaan Para Raja Jawa

Ajian Asmaragama merupakan salah satu rahasia para raja Jawa. Bagaimana tidak, bila seorang raja pada jaman dulu tidak hanya beristri satu-dua.


Resep Keperkasaan Pria Menurut Ajian Asmaragama

Bagi masyarakat jaman dulu, raja dianggap setara dengan dewa. Hanya akan menjadi raja, bila orang tersebut mendapat restu alam semesta. Seorang raja diyakini tidak hanya berkuasa, tetapi juga memiliki kemampuan-kemampuan yang berada di atas rata-rata manusia.

Bila umumnya seorang lelaki hanya memiliki satu istri, maka raja memiliki beberapa. Bahkan jumlah selirnya bisa mencapai belasan. Atau bahkan puluhan. Dari sudut pandang tertentu, keberadaan selir ini dapat menjadi simbol kekuasaan luar biasa.

Tiap-tiap selir merupakan perempuan pilihan yang memiliki hubungan keterikatan khusus dengan raja. Mereka harus melayani serta menyenangkan sang penguasa dalam segala hal, termasuk dalam urusan ranjang.

Nah, lalu bagaimana cara seorang raja di jaman dulu memelihara hubungan baik dengan selir-selirnya yang berjumlah tidak sedikit? Sebagai contoh, Pakubuwana X yang memerintah Keraton Surakarta antara 1893-1939 memiliki istri selir berjumlah 39 orang.

Konon katanya, ada ramuan khusus yang menjadi rahasia keperkasaan para raja jaman dulu. Dengan ramuan ini, maka secara fisik sang raja mampu meladeni para istrinya di atas ranjang.

Ramuan ini berupa minuman herbal yang diminum rutin setiap hari. Adapun resepnya terdiri dari 40 butir merica, 40 lembar daun sirih dan 40 butir bawang lanang. Semuanya dihaluskan di atas layah yang terbuat dari batu.

Setelah dihaluskan, bahan-bahan tersebut kemudian direbus dan disaring. Hasil penyaringan inilah yang diembunkan selama semalam sebelum diminum keesokan harinya.

Selain menggunakan ramuan tradisional, para raja Jawa juga menerapkan pedoman Ajian Asmaragama dalam bercinta. Maka sebelum berhubungan badan, terlebih dulu dilakukan semedi dan ritual pembersihan diri. Ritual ini dilakukan sebagai suatu bentuk persiapan sebelum bercinta, baik dengan permaisuri maupun selirnya.

Ketika sang raja bersemedi, maka baik permaisuri maupun selir juga diharuskan untuk mempersiapkan diri. Mulai dari mandi, berdandan dan memakai wewangian. Hal ini perlu dilakukan, sebab menurut ajaran Asmaragama, kedua pihak yang terlibat dalam hubungan badan harus saling menjaga kebersihan diri.

susuk samber lilin

Bacaan Paling Dicari: